BLOGGER TEMPLATES - TWITTER BACKGROUNDS

Rabu, 16 Desember 2009

Vol.1: Bisnis, Statistik, Sampah, Media Massa, dan Sains

Daftar Isi

  1. Orang Terkaya Sedunia
  2. Statistik Kependudukan China dan Nigeria
  3. Masalah Sampah di Amerika Serikat
  4. Cadangan Minyak Sedunia
  5. Tokoh Media, Rupert Murdoch
  6. Penerapan Sains di Indonesia Masih Terbatas
  7. Statistik Kependudukan Jepang, AS, dan Lain-Lain



Orang-orang Terkaya di Dunia

   Pada tahun 2006, ada 9.5 juta orang miliuner di seluruh dunia, suatu kenaikan sebesar 8.3 persen dibanding tahun 2005. Ini menurut laporan World Wealth Report, yang disiarkan oleh Merrill Lynch dan perusahaan konsultasi Capgemini.
    Singapura (21,2%), India (20,5%), dan Indonesia (16,0%) punya pertumbuhan miliuner tertinggi. Pertumbuhan yang juga tinggi dari para miliuner ada di Rusia, Uni Emirat Arab dan Korea Selatan.
    Amerika Latin punya tingkat tertinggi dari orang-orang superkaya (dengan kekayaan sekurang-kurangnya 30 juta dolar AS). Tingkat ini ditentukan berdasarkan suatu persentase jumlah total individu-individu yang kaya yang tinggal di suatu kawasan.
    Para jutawan sedunia menyumbangkan kurang dari 1 persen kekayan bersihnya pada lembaga-lembaga amal. Aset mereka mencapai 11,4 persen, jumlah total dana mereka 37.2 triliun dolar AS, dan sumbangan amalnya sebesar 258 miliar dolar AS.
    Mereka membelanjakan sekitar 1,8 persen penghasilan bersihnya untuk barang-barang mewah (26%), benda-benda kesenian (20%), dan permata (18%)

Statistik
  •  Sebanyak 750.000 orang Cina meninggal dini setiap tahun karena polusi. Data ini berasal dari penelitian Bank Dunia berdasarkan permintaan pemerintah Cina dan baru-baru ini diterbitkan dalam Financial Times.
  •   Sebanyak 70 persen penduduk Nigeria hidup dengan penghasilan kurang dari 1 dolar AS sehari.

Masalah Sampah di AS

   Sejauh ini, banyak perusahaan di Amerika Serikat menghasilkan sampah yang tidak perlu dan mengakibatkan perusahaan-perusahaan ini mengalami kerugian yang tidak perlu dari uang tunai. Begitu karyawan masuk kantor, mereka menghidupkan mesin cetak, penghancur kertas, dan komputer selama 24 jam untuk memberi kesan pada majikannya bahwa mereka masih bekerja. Akibatnya, salah seorang karyawan bisa menghabiskan seperempat ton bahan setiap tahun, yang mencakup 10.000 lembar kertas kopi. Kemudian, pemanasan, pendinginan dan pemakaian listrik untuk ruang kantor menghasilkan emisi karbon dioksida sebanyak 40% di AS dan memboroskan lebih dari 70% pemakaian listrik total. Kendaraan bermotor, termasuk kereta api, yang setiap hari kerja mengangkut karyawan pulang-balik kantornya mengeluarkan 1.3 miliar ton CO2 setiap tahun. Komputer di AS memboroskan tenaga listrik bernilai 1 miliar dolar AS setiap tahun justru ketika komputer itu tidak dipakai untuk bekerja.
   Pemborosan yang tidak perlu ini mendorong perusahaan-perusahaan tertentu di AS untuk menemukan apa yang disebut “green offices”. Kantor-kantor ini akan menghemat biaya untuk energi listrik, menarik karyawan dan, untuk jangka panjang, menolong memulihkan lingkungan hidup. Mereka berencana dan bahkan sudah membentuk arsitektur, suplai dan sikap yang lebih ramah lingkungan. Perusahaan Wal-Mart sudah memasang panel matahari pada toko-tokonya. Distrik Los Angeles segera akan menawarkan kepada 90.000 karyawan kantor di daerahnya insentif untuk membeli kendaraan-kendaraan bermotor hibrida; Universitas Kalifornia Los Angeles sudah melaksanakan rencana ini. Gedung-gedung lain di San Fransisco, Dallas, dan New York sudah dirancang berdasarkan asas-asas hijau ini.
   Ada lima cara untuk mengembangkan suatu “kantor hijau” – suatu tempat kerja yang lebih baik untuk lingkungan hidup dan untuk karyawan.
1.       Memperbaiki kualitas hidup dalam kantor. Semua karyawan dimampukan melihat pemandangan di luar. Jendela dibuka supaya udara bisa mengalir. Karyawan bekerja dengan memakai cahaya alami.
2.       Menghemat air. Kantor memakai keran dengan aliran air yang tidak deras dengan penutup otomatik di dapur dan kamar mandi. Toilet memakai volume terbatas dari air untuk membilasnya.
3.       Membangun kantor yang ramah lingkungan. Kantor tidak dibangun dengan memakai bahan karsinogenik atau bahan lain yang tidak ramah lingkungan. Yang dibeli dan dipakai di kantor adalah bekas perabot atau peralatan lengkap kantor yang dibuat dari bahan yang didaur ulang.
4.       Menghemat energi. Individu diwajibkan mengatur pemakaian cahaya dan suhu di tempat kerjanya. Alih-alih memakai komputer, karyawan memakai laptop, yang menghabiskan lebih sedikit daya listrik. Sakelar yang mampu mendeteksi gerak orang dipasang untuk mematikan lampu listrik ketika karyawan tidak bekerja lagi di kantor.
5.       Memilih suatu tempat yang menopang kenyamanan kerja di kantor. Membangun gedung di tempat gedung itu punya dampak lingkungan hidup yang paling kecil. Memilih gedung perkantoran dekat tempat perhentian angkutan umum, supaya karyawan bisa jalan kaki ke kantornya dan sebaliknya. Menggantikan tempat parkir dengan tempat parkir sepeda (motor).
 
Sumber: TIME July 16, 2007 halaman 11-12, 33-34)

Cadangan Minyak Sedunia

   Menurut suatu laporan tahunan British Petroleum (BP), ada cadangan minyak bumi yang cukup bagi dunia selama 40 tahun mendatang. Tapi kleim BP tidak meyakinkan banyak ilmuwan. Data BP untuk tahun 2006 demikian:

CADANGAN MINYAK BUMI YANG TERBUKTI ADA,
DALAM JUMLAH MILIARAN BAREL UNTUK TAHUN 2006
Nama kawasan
Cadangan minyak bumi
Amerika Utara
59,9
Amerika Selatan dan Tengah
103,5
Afrika
117,2
Eropa dan Eurasia
144,4
Timur Tengah
742,7


Tokoh Media, Rupert Murdoch

   Rupert Murdoch adalah ketua News Corp, konglomerat media terbesar ketiga sedunia dengan kekayaan sebesar 68 miliar dolar AS. News Corp adalah salah satu dari sedikit perusahaan raksasa yang dikendalikan oleh satu orang.
   News Corp menaungi suatu jaringan perusahaan yang terintegrasi secara vertikal dengan nilai penjualan sebesar 28 miliar dolar AS. Perusahaan raksasa ini bergerak dalam berbagai bidang, dari percetakan ke Web dan satelit TV. Beberapa perusahaan kuncinya mencakup
1.       Televisi $5.7 miliar. Dia memiliki jaringan televisi Fox dengan tiga siaran top: 24, the Simpsons dan American Idol. Fox tetap digemari pemirsa yang lebih muda.
2.       Televisi kabel $3.9 miliar. Fox News sudah berkembang menjadi suatu saingan berat CNN. Siaran televisi kabel News Corp punya saham juga dalam Saluran National Geographic.
3.       Satelit $3.1 miliar. News Corp menjual Direct TV – punya sekitar 16 juta nasabah di AS – kepada Liberty Media tapi mempertahankan British Sky Broadcasting. BSB mencakup Sky News dan Sky Sports. Di Eropa perusahaan raksasa ini punya Sky Italia.
4.       Hiburan Film $7 miliar. Film-film terkenal News Corp mencakup The Fantastic Four, Live Free or Die Hard dan The Simpsons Movie.
5.       Koran $4.4 miliar. Di samping koran-korannya yang sudah ada di Australia, Murdoch punya The Wall Street Journal, the New York Post dan the Times of London.
6.       Majalah $1.1 miliar. News Corp punya Weekly Standard dan Vogue Australia.
7.       Buku $1.3 miliar. Rupert Murdoch punya penerbit: HarperCollins. Salah satu terbitan paling populernya berjudul Lemony Snicket. Dalam tahun fiskal 2005, penerbitnya punya lebih dari 100 buku paling laris versi New York Times, 15 di antaranya mencapai nomor satu.
8.      Internet dll $2 miliar. News Corp punya MySpace, salah satu situs Web paling populer yang dibeli tahun 2005 dengan harga $580 juta. Murdoch berharap MySpace China bisa berkembang pesat.

Sumber: TIME July 9, 2007 halaman 10, 28-31.

 Penerapan Sains di Indonesia Masih Terbatas
     Pengetahuan dan ketrampilan sains siswa Indonesia masih terbatas. Sebagai akibatnya, pengetahuan sains yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sedikit. Demikian ringkasan info Kompas (27/12/07 halaman 13 kolom 1-3).
      Ringkasan berita ini berdasarkan laporan Programme for International Student Assessment (PISA) 2006: Science Competencies for Tomorrow’s World terbitan Desember 2007. Sebanyak 57 negara – termasuk Indonesia – mengikuti program penilaian kompetensi sains, matematika, dan membaca: 30 di antaranya adalah negara maju anggota Orgnization for Economic Co-operation and Development (OECD) dan 27 negara adalah peserta.
     Kemampuan sains siswa Indonesia usia 15 tahun (SMP) yang diharapkan lebih baik malah sebanyak 61,6 persen di bawah tingkat 1 dan pada tingkat 1. Artinya, pengetahuan sains mereka sangat terbatas. Seharusnya, kompetensi minimal siswa SMP pada tingkat 2, tempat mereka bisa melakukan riset sederhana.  Sebanyak 27,5 persen siswa Indonesia mencapai tingkat ini; 9,5 persen berada pada tingkat 2, tingkat mereka mampu mengenal masalah-masalah ilmiah; dan 1,4 persen mencapai tingkat 4, tempat mereka mampu memanfaatkan sains untuk kehidupan. Tingkat 6 sebagai yang tertinggi belum dicapai satupun siswa Indonesia. Pada tingkat ini, siswa secara konsisten mampu mengenal, menjelaskan, dan menerapkan pengetahuan dan sains dalam berbagai situasi kehidupan masyarakat yang rumit.
     Untuk menggairahkan pendidikan sains di sekolah-sekolah di Indonesia, para pengajar perlu menyajikan pelajaran sains dengan cara yang menyenangkan dan dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Saran ini dikemukakan Bambang Setiadi, Deputi Menteri Negara Bidang Program Riset dan Teknologi (26/12/07) di Jakarta. Lanjutnya, Kementerian Riset dan Teknologi Indonesia akan mewujudkan Sains untuk Semua bagi siswa dan kaum muda bersama UNESCO tahun 2008.
     Menurut Angel Gurria, Sektretaris OECD, ada tiga kompetensi sains siswa yang diukur. Pertama, kemampuan mengenal masalah ilmiah; kedua, kemampuan menjelaskan gejala alam secara ilmiah; dan, ketiga, kemampuan menggunakan bukti-bukti ilmiah.
     Bagaimanakah pandangan para siswa Indonesia tentang sains dan kompetensi sains? Mereka tahu belajar sains penting untuk memahami alam semesta. Mereka juga tahu kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi akan meningkatkan kehidupan manusia. Tetapi separuhnya yang mengatakan sains relevan dengan kehidupan sehari-hari; 37 persen di antaranya tertarik bekerja di bidang sains.
     Ini menunjukkan rendahnya minat siswa Indonesia pada sains. Sebagai akibatnya, persepsi mereka tentang masalah lingkungan hidup cenderung bernada pesismistik. Mereka kurang yakin masalah kekurangan energi dan air, pencemaran udara, limbah nuklir, kepunahan hewan dan tumbuhan, dan pembukaan hutan untuk kepentingan ekonomi bisa diatasi dalam waktu 20 tahun mendatang. (Sumber: Kompas)
  

STATISTIK
  •  Sebanyak 32.155 orang Jepang bunuh diri tahun 2006, suatu penurunan sebesar 1,2% dibanding tahun sebelumnya. Tapi jumlah siswa/mahasiswa yang bunuh diri di Jepang tinggi: 886 tahun yang sama.
  • Berdasarkan data terkini, sebanyak 745 kilogram sampah dihasilkan satu orang di Amerika Serikat tahun 2005. Sebagian sampah ini didaur ulang. Diperkirakan industri daur ulang di AS memperoleh penghasilan tahunan sebesar $AS 236 miliar.
  •  Sebanyak $AS 60 miliar dijanjikan dalam pertemuan puncak negara-negara G-8 sebagai sumbangan untuk memerangi AIDS, malaria dan tuberkulosis di Afrika.

Sumber: TIME June 25-July 2, 2007 halaman 12, 32-33, dan 83






0 komentar: