BLOGGER TEMPLATES - TWITTER BACKGROUNDS

Kamis, 30 September 2010

16. Cara Osama Bin Laden Kalah terhadap Benturan Antarperadaban

“Ada lebih dari 1.5 miliar penganut Muslim yang tinggal di lebih dari 150 negara di dunia. Kalau ideologi jihadis menjadi menarik pada suatu bagian signifikan dari populasi ini, Barat menghadapi suatu benturan antarperadaban tanpa akhir, suatu benturan yang ditandai dengan darah dan air mata.” Demikian dinyatakan Fareed Zakaria dalam Newsweek (22 Pebruari 2010).

Ketakutan orang Barat tadi memang berdasar. Serangan WTC 11 September 2001 menyingkapkan Islam radikal dan keras yang sudah memburuk di negara-negara Arab dan disebarkan ke manca negara, dari London ke Jakarta. Dilaporkan serangan itu menunjukkan kemarahan yang mendalam terhadap Amerika Serikat dan suatu dukungan kepada Osama bin Laden. Pemerintah di negara-negara Arab tadi bersikap rancu terhadap gejala radikal dan keras itu; mereka beranggapan kemurkaan kaum Islam akan tertuju pada AS dan tidak pada diri mereka. Negara-negara penting dan besar seperti Saudi Arabia dan Indonesia tampak rapuh.

Muslim Moderat Membalas

Meskipun sudah berlalu, serangan teroris terhadap WTC lebih dari delapan tahun yang lalu masih terasa seakan terjadi tahun 2010. Masih ada ancaman serius para teroris, disebabkan antara lain oleh keterbelakangan dan kekejaman berbagai bagian dunia Muslim.

Sebenarnya, perang-perang melawan teroris sudah berkembang secara dramatik. Umat Muslim moderat tengah membalas perang teror itu dan keadaan tengah berbalik. Kemungkinan suatu negara utama tunduk pada ideologi jihadis tidak perlu ditakuti. Penguasa-penguasa Muslim aliran utama dalam kebanyakan penganut Muslim sudah menstabilkan resim-resim dan masyarakatnya. Kekuatan-kekuatan agak sekuler dan modern ternyata memegang kendali dan mendapat dukungan luas dalam dunia Muslim.

Pemahaman tentang Perubahan-Perubahan dalam Islam

Masalah yang menjadi fokus kita sekarang adalah sekelompok kecil fanatik yang tersebar keliling dunia. Memerangi mereka secara efektif membutuhkan pemahaman kita tentang perubahan-perubahan dalam dunia Islam.

Segera sesudah peristiwa 11/9/2001, AS memusatkan perhatiannya pada Al Qaeda. Kelompok itu diusir dari basisnya di Afghanistan dan dikejar ke mana pun ia pergi. Uangnya ditelusuri dan diblokir. Banyak negara lain, dari Perancis ke Malaysia, bergabung demi mencegah teroris bebas berkeliaran di negaranya.

Masalah yang tengah dipecahkan dalam dunia Muslim

Apa yang tengah terjadi dalam dunia Muslim dan apa yang bisa kita lakukan untuk mengatasi masalah yang dihadapi? Suatu laporan PBB tahun 2002, ditulis oleh suatu tim pakar Arab,  mengatakan ada masalah dalam dunia Arab. Sementara dunia sudah mengalami globalisasi, keterbukaan, keanekaragaman, dan toleransi, negara-negara Arab sangat tertinggal dalam perubahan-perubahan ini. Ada kemandekan politik, sosial, dan intelektual di negara-negara dari barat Arab ke Teluk.  Ini fakta, kebenaran.

Laporan tadi, ditambah banyak esei dan pidato di Barat, mendorong suatu refleksi di dunia Arab. Para pemimpin di negara-negara Arab harus mendukung modernitas dan moderasi secara terbuka. Pemerintah George W. Bush meluncurkan serangkaian program lintas dunia Muslim untuk memperkuat umat Muslim moderat, menopang masyarakat madani, dan membina kekuatan toleransi dan pluralisme. Para pejabat yang berwewenang dari Dubai sampai Amman ke Kairo sudah mulai membuka sistem ekonomi dan politik, sebelumnya ditutup rapat-rapat. Terkadang, perubahan itu kecil tapi arahnya akhirnya benar.

Katalisator perubahan dalam dunia Muslim

Pada akhirnya, katalisator perubahan dalam dunia Muslim adalah ancaman-ancaman dan serangan-serangan Al Qaeda sesudah 11 September 2001. Osama bin Laden dan wakilnya, Ayman al-Zawahiri, memakai kata-kata keras dan sesumbar tentang rencana mereka. Akan tetapi, mereka berhadapan dengan ruang gerak yang makin sempit; memindahkan uang, orang, dan barang-barang sudah menjadi makin sulit. Sebagai akibatnya, mereka, dan kelompok-kelompok lokal yang diilhaminya, menemukan berbagai peluang untuk menyerang bukan sasaran-sasaran global melainkan sasaran-sasaran lokal, termasuk suatu klab malam dan hotel di Indonesia, suatu pesta pernikahan di Yordania, kafe di Kasablanka dan Istanbul, dan kawasan-kawasan liburan di Mesir. Mereka mengancam pemerintahan yang secara kebetulan atau disengaja sudah mengizinkan mereka tinggal dan bernapas.

Perubahan atau pergeseran persepsi tentang terorisme

Selama tahun 2003 dan 2004, Saudi Arabia diguncang oleh serangkaian serangan teroris macam itu, terhadap orang asing, Kementerian dalam Negeri, dan di dalam industri minyak bumi. Kerajaan Saudi Arabia lalu menyadari kekuatan-kekuatan gelap yang ditimbulkannya sekarang membahayakan keberadaannya. Pada tahun 2005, Raja Abdullah yang arif dan moderat memperkenalkan upaya politik dan intelektual untuk mendiskreditkan jihadisme. Para mullah diperintahkan untuk mencela pemboman bunuh diri dan kekerasan; pendidikan diambil alih dari tangan para ulama; dan para teroris dan tersangka teroris “direhabilitasi” melalui program pendidikan ekstensif, latihan kerja, dan penyuluhan. Tentang prestasi sang raja dan kerajaannya, Jenderal David Petraeus, Kepala Pimpinan Pusat Pasukan Koalisi di Irak, mengatakan semua upaya itu adalah salah satu perkembangan yang paling penting dalam perang melawan teror.

Perubahan persepsi tentang terorisme diamati juga di Indonesia, negara berpenduduk Muslim terbesar sedunia. Barangkali, Indonesia paling berhasil dalam memerangi jihadisme karena ia berhasil melemahkan Jemaah Islamiyah, suatu sekutu teroris dari Al Qaeda. Keberhasilan Indonesia memperkuat posisi partai-partai politik arus utama.

Di Irak, Al Qaeda juga melakukan serangan-serangan mematikan, dan kalah. Secara militer, kelompok teror ini kuat; secara politik, ia mulai kalah. Mula-mula, Al Qaeda menganut ideologi global tapi kemudian mempersempit perhatiannya pada masalah sektarian. Ia membunuh penganut Syia dan mengobarkan suatu perang saudara antara golongan Sunni dan Syia. Kelompok teror itu menunjukkan suatu tingkat kekejaman dan kekerasan yang mengejutkan kebanyakan orang Irak. Di tempat kelompok itu memegang kendali, perilaku reaksionernya ditanggapi dengan rasa jijik bahkan oleh orang saleh sekalipun.

Sejak 11 September 2001, para komentator Barat sudah menyebarkan seruan kepada para pemimpin Muslim moderat untuk mengatasi ancaman dan serangan kelompok teror itu. Mereka dihimbau untuk mencela ideologi jihadis, mengeluarkan fatwa melawan pemboman bunuh diri, dan mencela Al Qaeda. Seruan-seruan itu mendapat tanggapan signifikan sejak 2006. Pada tahun 2007, salah satu tokoh panutan paling utama bin Laden, Salman al-Odah, mengkritik bin Laden karena ia “membentuk suatu budaya pemboman bunuh diri yang sudah menimbulkan pertumpahan darah dan penderitaan dan menimbulkan kehancuran pada seluruh komunitas dan keluarga Muslim.” Tahun yang sama, Abdulaziz al ash-Sheikh, mufti besar Saudi Arabia, mengeluarkan suatu fatwa yang melarang orang Saudi terlibat dalam jihad di luar negeri dan menuduh bin Laden dan resim-resim Arab “mengubah kaum muda kita menjadi bom berjalan untuk melaksanakan tujuan-tujuan politik dan militernya sendiri.” Salah seorang ahli teori Islam paling terkemuka Al Qaeda, Abduh-Aziz el-Sherif, mencela ekstremisme Al Qaeda, termasuk pembunuhan rakyat sipil dan pemilihan sasaran-sasaran berdasarkan agama dan kebangsaan. Sherif menghimbau para militan untuk berhenti dari terorisme, dan menulis suatu bantahan pada mantan pengikutnya.

Universitas Al-Azhar di Kairo, pusat pengajaran Islam paling tua dan paling bergengsi, sekarang secara rutin mencela jihadisme.  Gerakan Darul Uloom Deoband di India, tempat radikalisme Islam yang sudah memengaruhi Al Qaeda, sudah melancarkan kecaman yang pedas terhadap pemboman bunuh diri sejak 2008. Semua kelompok atau orang ini menjadi anti-jihadis.

Kelompok moderat paling penting yang mencela kelompok militan adalah keluarga kelompok radikal ini. Ini menyangkut kasus lima pemuda AS penganut Muslim dan Umar Farouk Abdulmutallah. Justru orang tua merekalah yang melaporkan kekuatiran mereka tentang anak-anaknya kepada pemerintah AS yang tercengang dengan laporan mereka. Di sinilah kekuatan lunak (soft power) menjadi penting.

Pergeseran opini publik di dunia Muslim

Data tentang opini publik di dunia Muslim tahun 2010 berlimpah-limpah. Di Yordania, Pakistan, Indonesia, Lebanon, dan Banglades, ada penurunan yang besar dalam jumlah orang yang mengatakan pemboman dan bentuk-bentuk kekerasan yang lain terhadap sasaran-sasaran sipil bisa dibenarkan demi membela Islam. Sejumlah besar orang mengatakan serangan-serangan macam itu jarang bisa diterima.

Pergeseran opini publik tadi khususnya luar biasa di Yordania. Hanya 12 persen orang Yordania melihat serangan-serangan bunuh diri sebagai “sering atau terkadang” dibenarkan (turun dari 57 persen tahun 2005). Di Indonesia, 85 persen responden setuju serangan-serangan teroris “jarang/tidak pernah dibenarkan” (sebaliknya, hanya 70 persen menolak serangan-serangan macam itu pada tahun 2002). Di Pakistan, angka ini 90 persen, naik dari 43 persen tahun 2002.

Al Qaeda Kalah di Bidang Ideologi

Meskipun ada pergeseran pendapat umum tadi, religiositas atau bahkan suatu pemahaman kuno tentang Islam masih dipertahankan. Perjuangan ideologi itu masih ada dan belum akan berakhir selama puluhan tahun mendatang. Tapi perjuangan melawan jihadisme sudah berlangsung jauh lebih baik dan jauh lebih cepat  daripada yang bisa dibayangkan siapa pun.

Sifat musuh itu sekarang sangat berbeda. Ia suatu gerakan yang kalah di jalan-jalan di Arab. Daya tarik politiknya tidak membuat para penguasa gentar.

Meskipun demikian, upaya kita memburu para militan tidak boleh dikendorkan. Al Qaeda masih suatu kelompok pembunuh tanpa belas kasihan dan kejam. Kelompok teror ini masih mencoba merekrut fanatik-fanatik lain untuk melancarkan serangan-serangan mengerikan yang bisa menimbulkan kerusakan-kerusakan hebat pada masyarakat beradab. Tapi daya tarik kelompok itu sudah lenyap, pengasuh politiknya terbatas. Sisa-sisa pejuangnya yang berjumlah sedikit tersebar secara tipis di seluruh dunia dan menghadapi lingkungan hidup yang bermusuhan hampir di mana-mana.

Jadi, apakah Al Qaeda, “musuh itu”, masih berbahaya sekali? Tidak, jawab Fareed Zakaria di akhir artikelnya dalam Newsweek tadi. “Musuh itu tidak besar sekali, rawanya tengah dikeringkan. Al Qaeda sudah kalah di bidang ideologi. Apa yang tersisa adalah pertempuran untuk mengalahkannnya di tempat persembunyiannya yang disukai, di sela-sela dan celah-celah, dan di retakan-retakan di dunia nyata.”

(Sumber: “The Jihad against the Jihadist How Moderate Muslim Leaders Waged War on Extremists – and Won” By Fareed Zakaria Newsweek February 22, 2010 pp. 20-24)

Selasa, 27 Juli 2010

15. Google vs China: Benturan Nyata Antarperadaban? (2)

DAFTAR ISI
  1. Google Merasa Sangat Tidak Nyaman dengan China
  2. Suatu Ujian terhadap Semangat Demokrasi di China?
Google Merasa Sangat Tidak Nyaman dengan China

Sudah lama Beijing menetapkan pembatasan yang unik pada informasi di China. China adalah salah satu dari sedikit negara di dunia masa kini yang melakukan penyensoran informasi. Google yang merasa sangat tidak nyaman dengan sistem penyensoran Beijing toh mau mencari suatu jalan keluar: perusahaan ini menawarkan suatu situs lokal yang mengikuti hukum-hukum penyensoran informasi dari pemerintah China. Google tidak pernah melakukan hal ini di tempat lain.

Mengapa Google Mau Keluar dari China?

Sikap “lentur” Google dengan menawarkan situs lokal itu tidak berarti perusahaan itu mundur saja dari bisnisnya di China atau setuju dengan pembatasan informasi yang dikenakan Beijing. Sudah lama Eric Scmidt, CEO Google, mempertahankan keputusan perusahaannya untuk melakukan bisnis di China kendati pembatasan yang dikenakan Beijing pada kebebasan Internet di negara itu. Akan tetapi, sekitar pertengahan Januari 2010, Google mendadak mengancam akan keluar dari China sesudah perusahaan itu menderita serangan-serangan heker yang dipercaya berasal dari China.

Apa pertimbangan Google untuk keluar dari China? Jawaban Eric Schmidt bisa dipadatkan menjadi dua pertimbangan dasar: penolakan terhadap sistem pembatasan informasi yang bisa merugikan China secara ekonomi dan pembelaan terhadap nilai kebebasan informasi dan individu.

Penolakan terhadap penyensoran China

Dengan menerapkan pembatasan informasi, Beijing meminta Google menerima suatu sistem penyensoran yang membuat perusahaan itu merasa sangat tidak nyaman. Ini mengakibatkan Google tidak lagi ingin ikut serta dalam penyensoran.

Menurut Eric Schmidt, China menetapkan pembatasan-pembatasan unik pada informasi. China adalah satu-satunya negara di dunia tempat Google mau menawarkan suatu situs lokal yang mengikuti sistem penyensoran sah informasi di China. Google tidak pernah melakukan hal ini di tempat lain.

Secara ekonomi, pembatasan informasi yang ditetapkan China, menurut CEO Google tadi, akan merugikannya dalam jangka waktu yang panjang. Lebih baik menerapkan suatu sistem yang di dalamnya orang bisa bebas berimajinasi, menemukan sesuatu, dan saling berhubungan. Semakin banyak orang berspekulasi, semakin banyak orang saling berhubungan, semakin baik. Kebebasan berinternet macam ini akan menguntungkan secara ekonomi, dalam jangka  panjang.

Pembelaan terhadap kebebasan informasi dan individu

Motivasi Google untuk keluar dari China tidak selalu atau tidak melulu motivasi bisnis. Schmidt menjelaskan keputusan Google berdasarkan nilai-nilai, berdasarkan apa yang paling baik dari suatu sudut-pandang global. Nilai-nilai global apakah yang paling baik? Kebebasan untuk berinternet. Di samping itu, pemberdayaan individu dalam kebebasan itu.

(“A Conversation with Google’s Chairman and CEO” oleh Fareed Zakaria Newsweek January 25, 2010 p. 34)

Suatu Ujian terhadap Semangat Demokrasi di China?

Google mengambil suatu keputusan untuk menolak aturan-aturan Beijing yang menyensor Internet dan menimbulkan suatu konflik dengan China. Ada apa di balik konflik itu? Keputusan Google itu “mencerminkan suatu ketegangan yang berkembang dan penting dengan China, dan hubungannya dengan bagian lain dunia,” jawab Fareed Zakaria dari Newsweek  (25 Januari 2010).

Selain menyensor Internet, China juga menetapkan batas-batas unik pada informasi. Ia satu-satunya negara penting yang menerapkan suatu sistem penyensoran yang resmi dan rinci yang mewajibkan semua perusahaan yang bergerak di bidang informasi untuk menerimanya. Sebagai akibatnya, mereka yang ingin akses Internet ke situs-situs web yang sensitif terhadap pemerintah China, seperti pembantaian di Alun-Alun Tiananmen atau Dalai Lama, akan menemukan bahwa situs-situs itu diblokir. Berbarengan dengan itu, China tengah mengembangkan peralatan khusus yang berfungsi sebagai mata-mata saiber (cyber) atau serangan-serangan saiber terhadap organisasi-organisasi hak asasi manusia dan, terutama, terhadap perusahaan dan pemerintahan asing, termasuk lembaga-lembaga yang melindungi keamanan nasional Amerika Serikat.

Teknologi mata-mata saiber yang tengah dikembangkan China, suatu negara raksasa,  mengacu pada kegiatan mata-mata. Memang, negara-negara adidaya saling memata-matai. Tapi upaya China tampaknya luar biasa gencarnya.

Pergeseran-Pergeseran Politik Tertentu

Kontrol atas informasi tadi, bagi para pengamat sejarah perubahan China sesudah PD II, menunjukkan pergeseran-pergeseran politik tertentu. Fareed Zakaria mengidentifikasi dua pergeseran signifikan.

Sikap meremehkan hubungan

Pergeseran pertama  yang diperkirakan tengah terjadi di Beijing adalah yang paling signifikan. Pergeseran apa? Suatu sikap Beijing yang makin meremehkan hubungannya dengan Washington dan Barat pada umumnya.

Selama 1980-an dan 1990-an, strategi modernisasi China adalah bersikap baik dengan orang-orang Barat, terutama dengan orang Amerika Serikat. AS dibutuhkan sebagai suatu sumber modal, pasar bagi ekspor China, penyedia teknologi dan pengetahuan praktis, dan suatu sekutu China untuk mencapai tujuan-tujuannya, seperti keanggotaannya dalam Organisasi Perdagangan Sedunia (WTO).

Tapi selama beberapa tahun terakhir, China sudah berubah. Berbeda dengan sebelumnya, banyak anggota pimpinan China tampaknya percaya mereka tidak lagi membutuhkan AS. Ini bisa diamati dari perilaku beberapa pejabat tinggi China terhadap pejabat-pejabat dan pengusaha AS. Misalnya, di Kopenhagen, ibu kota Denmark, China memamerkan rasa tidak hormat yang menonjol yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap AS dan negara-negara Barat yang lain. Berbeda dengan sebelumnya, pejabat-pejabat tinggi eselon kedua China menghadiri pertemuan-pertemuan penting yang dihadiri kepala-kepala negara di Kopenhagen, 22 Januari 2010. Delegasi China di Kopenhagen dipimpin Wen Jiabao, Perdana Menteri China. Tapi dalam suatu pertemuan itu, salah seorang anggota delegasi China berteriak dan mengayun-ayunkan jarinya kepada Presiden Barack Obama. Ini dibaca sebagai suatu petunjuk bahwa Wen sudah kehilangan kendali atas salah seorang anggota tim perundingannya.

Mengapa muncul suatu sikap kurang santun dari seorang anggota delegasi China yang kedudukannya tidak setara dengan Presiden AS itu? Zaman sudah berubah dan Beijing barangkali tengah merenungkan perubahan-perubahan ini, Zakaria mencoba menjawab pertanyaan tadi. Perubahan-perubahan apa? Pertumbuhan berbagai sektor ekonominya yang menambah kepercayaan dirinya secara internasional. Selama beberapa daswarsa terakhir, pasar dalam negeri China sendiri sudah bertumbuh, ekspornya ke negara-negara non-Barat kini signifikan, surplus modalnya sendiri sangat besar. Ini semua boleh jadi membuat China kurang rela mengakomodasi dirinya pada gagasan-gagasan, perusahaan, dan pemerintahan Barat.

Sikap China yang kurang rela mengakomodasi dirinya bisa juga mengacu pada orientasinya pada pemahaman jatidiri dan peningkatan parokialisme. China suatu negara besar; karena itu, ia tampaknya memikirkan dan berbicara secara tidak wajar tentang dinamikanya di dalam negeri. Sebagai akibatnya, ia kurang memusatkan perhatiannya keluar sementara ia bergerak menaiki tangga ekonomi. Selain itu, ada tiga faktor lain di balik orientasinya. Pertama, kebudayan China cenderung ke arah pemahaman  jatidirinya. Kedua, China menganut suatu sistem politik Leninis (pengikut teori politik, sosial, dan ekonomi Vladimir Lenin, seorang tokoh komunis Rusia) yang merasa terancam oleh kecenderungan-kecenderungan global. Ketiga, perasaan terancam China hanya menambah parokialisme, kecenderungan ke arah masalah-masalah lokal yang sempit tanpa menghiraukan masalah-masalah yang lebih umum atau lebih luas.

Sentralitas yang diperbarui

Pergeseran politik masa kini yang kedua yang diidentifikasi Fareed Zakaria ialah sentralitas yang diperbarui dari negara. Selama 1980-an dan 1990-an, kebanyakan pertumbuhan China berasal dari sektor swasta dan pedesaan. Tapi akhir-akhir ini, pertumbuhannya didorong oleh sektor umum dan kekotaan. Sebagai akibatnya, ekonomi negara diberdayakan. Gejala pertumbuhan ini melaju selama tahun terakhir ketika China membelanjakan 12.3 persen Produk Domestik Kotor sebagai rangsangan fiskalnya. Pemberdayaan ekonomi negara berkaitan dengan pergeseran politik yang kedua: reformasi sentralitas pemerintah China.

Berkaitan dengan  sentralitas tadi, apakah tindakan-tindakan Beijing  terhadap ancaman kecenderungan-kecenderungan global - misalnya, dari Google, perusahaan-perusahaan dan negara Barat, dan pemerintah Obama – bagian dari suatu strategi baru, hal itu masih akan dilihat. Suatu kelompok berhaluan keras di China, sering disebut “kanan baru”, mendukung Beijing mengambil tindakan yang lebih agresif dan lebih tegas. Tapi tindakan-tindakan Beijing tadi bisa saja tidak berdasarkan suatu strategi baru. Tindakan-tindakan itu barangkali disebabkan masalah kepemimpinan China: terpecah-pecah, tidak pasti, bingung. Oleh karena itu, tindakan-tindakannya boleh jadi adalah akibat taktik-taktik dan kesalahan-kesalahan, bukan akibat strategi. Beijing menghadapi berbagai tantangan dari luar dan dalam negeri, termasuk perjuangan penggantian pimpinan dalam Partai Komunis China.

Konflik Google dengan China seputar masalah pembatasan informasi dan komunikasi melalui Internet tidak akan dipahami secara proporsional kalau sudut-pandang China tidak ikut dipertimbangkan. Dalam hubungan ini, ada dua aspek gamblang yang perlu dipertimbangkan. Pertama, perubahan timbal-balik dari Internet. Sementara Internet tengah mengubah China, China pun tengah mengubah Internet. Kedua, pembentukan timbal-balik dari globalisasi. Sementara globalisasi sudah membentuk China, China pun tengah membentuk globalisasi.

Apa implikasi kedua aspek tadi terhadap sentralitas yang diperbarui dari negara China? Fareed Zakaria meramalkan bahwa perubahan dan pembentukan timbal-balik tadi akan mengakibatkan China naik. Naiknya China akan memperkuat nasionalismenya dan juga memperkuat suatu kesadaran tentang keunikannya. Penguatan nasionalisme dan kesadaran tentang keunikan China mengakibatkan negara itu kurang berpeluang untuk berintengrasi secara mudah ke dalam sistem global. Dengan demikian, negara besar itu boleh jadi akan melakukan pembaharuan terhadap sentralitas pemerintahannya.

Konflik Nyata Antarperadaban?

Pergeseran yang terjadi di China dan peluang negara besar ini untuk menjadi suatu pemimpin global di masa depan akan dipahami lebih jauh kalau peranan dua negara utama lain di masa lampau, kini, dan di masa depan disoroti juga. Kedua negara itu adalah Inggris (Britania) dan Amerika Serikat.

Sebelum China diperkirakan akan menjadi suatu pemimpin dunia di masa depan, Inggris dan Amerika Serikat sudah menjadi negara adidaya.

Kerajaan Britania (British Empire) sangat luas dan dominan pada zamannya. Ia adalah  nama lain untuk Kerajaan Bersatu Britania (United Kingdom of Britain); Irlandia Utara; bekas domini (seperti Kanada, Australia, dan Selandia Baru); jajahan-jajahan; dan teritori lainnya di seluruh dunia.  Semuanya menyatakan kesetiaannya pada Tahta Britania antara akhir 1500-an dan pertengahan abad ke-20. Di puncak kejayaannya awal 1900-an, Kerajaan Britania mencakup lebih dari 20 persen kawasan tanah dunia dengan lebih dari 400 juta orang.

Amerika Serikat, suatu bekas jajahan Kerajaan Britania, merdeka 1776. Sesudah Perang Dunia II, pengganti hegemoni Kerajaan Britania adalah Amerika Serikat. AS menjadi suatu kekuatan ekonomi dan militer utama di dunia, dengan Uni Soviet sebagai saingannya bagi dominasi global.

Karena banyak penduduk AS berasal dari Inggris, maka tradisi – termasuk bahasa dan agama, khususnya Protestantisme, dan sistem nilai-budaya – di AS dipengaruhi tradisi Anglo-Sakson, tradisi pengujar asli bahasa Inggris. Kemiripan atau persamaan  kebudayaan dan peradaban Anglo-Sakson di Britania dan di Amerika Serikat menjadi suatu perkembangan yang bisa dipahami.

Hegemoni global kedua negara adidaya itu  memberi dampaknya sampai sekarang. Berbagai bangsa dan negara di berbagai penjuru dunia didominasi oleh pengaruh Kerajaan Britania dan AS dalam berbagai bidang: sains, teknologi, kesusastraan, kesenian, pendidikan, agama, filsafat, mode, musik, kemiliteran, kepolisian, pemerintahan, perdagangan, bisnis, film, hiburan, dan lain-lain.

Karena persamaan atau kemiripan kebudayaan dan peradaban kedua bangsa besar tadi, dunia beralih secara mulus dari hegemoni global Britania ke AS. Kedua negara itu memiliki gagasan-gagasan yang sangat mirip tentang ketertiban dan nilai-nilai global. Kedua-duanya adalah negara-negara yang berdagang bebas, dan – di masa lampau – berhubungan dengan dunia lain melalui pelayaran. Selain itu, kedua-duanya digerakkan oleh suatu misi Protestan Agung dan suatu kesadaran tentang nilai-nilai universal yang dialami bersama di seluruh dunia.

Naiknya China ke pentas global tampaknya akan menjadi suatu tantangan  bagi dominasi global Anglo-Amerika, yaitu, dominasi warga negara AS atau Kanada yang leluhurnya berasal dari Britania Raya. Sementara China naik ke pentas dunia, ramal Fareed Zakaria, kita akan memerhatikan bahwa ia berbicara dalam suatu bahasa yang sangat berbeda dengan dialek Anglo-Amerika. Bahasa yang sangat berbeda ini mencakup nilai-nilai China yang diperkirakan akan membentuk aturan-aturan dan kerutinan kehidupan internasional. Ini  bisa terbukti merisaukan banyak negara di luar AS dan Britania. Negara-negara seperti India, Jepang, Australia, dan Indonesia yang menyadari hegemoni global China bisa merasa bingung atau malu. “Kalau China benar-benar ingin menjadi suatu kekuatan dunia, ia harus menunjukkan bahwa ia punya suatu orientasi ke luar, terbuka pada arus-arus modernitas yang tengah melanda dunia,” Fareed Zakaria menyarankan. “Bagaimana Beijing memilih untuk menanggapi Google akan menjadi suatu ujian yang baik tentang keinginan dan kemampuannya menjadi suatu pemimpin global.”

(“Clash of the Titans How the Democratic Republic of Google is testing China’s appetite for democracy itself” oleh Fareed Zakaria Newsweek January 25, 2010, pp 32-34 dan sumber-sumber lain)

Selasa, 20 April 2010

Volume 14: Google vs China: Benturan Nyata Antarperadaban? (1)

“CHINA VS. GOOGLE THE REAL CLASH OF CIVILIZATIONS BY FAREED ZAKARIA”. Demikian judul sampul depan Newsweek  25 Januari 2010.  “HOW BIN LADEN LOST THE CLASH OF CIVILIZATIONS” , demikian judul sampul depan Newsweek 22 Februari 2010 dari tulisan lain Fareed Zakaria.

Kedua judul tadi berisi frasa “clash of civilizations”, benturan antarperadaban. Ringkasan infoiptek akan menyoroti kasus konflik antara Google dan Pemerintah Republik Cina dalam hubungan dengan masalah benturan antarperadaban dalam volume 15. Sorotan tentang konflik Bin Laden khususnya dengan peradaban Barat akan diringkaskan dalam volume 16.

Teori Politik Samuel P. Huntington

Istilah “benturan antarperadaban” berasal dari suatu teori ilmuwan politik tenar, Samuel P. Huntington. Menurut teorinya, identitas budaya dan agama orang akan menjadi sumber utama konflik dalam dunia pasca Perang Dingin, yaitu, hubungan bermusuhan tanpa kekerasan antara negara-negara Komunis pimpinan Uni Soviet dan negara-negara Barat pimpinan Amerika Serikat antara sekitar tahun 1946 dan 1989.

samuel p. huntington Samuel P. Huntington

Teorinya dia uraikan secara ilmiah dan rinci dalam bukunya yang terkenal terbitan Simon & Schuster, 1996: The Clash of Civilizations and the Remaking of World Order. Versi bahasa Indonesianya berjudul Benturan Antarperadaban dan Masa Depan Politik Dunia Edisi Baru terjemahan M. Sadat Ismail, suntingan Ruslan (Yogyakarta: Penerbit Qalam, Cetakan Keenam Januari 2003).

-clash_civilizations
Karya tenar Samuel P. Huntington

Apa yang Huntington maksudkan dengan “peradaban”?  Definisinya dalam bukunya agak rancu. Peradaban yang dia jelaskan bisa terdiri dari negara dan kelompok sosial, seperti kelompok etnik dan minoritas religius. Tapi peradaban bisa juga mengacu pada kedekatan geografik dan persamaan bahasa. Yang tampaknya menjadi suatu kriterium utama dalam definisinya tentang peradaban adalah agama yang paling dominan.

Berdasarkan definisinya yang agak rancu tadi, dia mengidentifikasi beberapa peradaban utama dunia. Di antaranya, peradaban Barat, dunia bagian Timur, dan peradaban Muslim. 

Peradaban Barat mencakup beberapa kawasan geografik. Ada Australasia, kawasan yang terdiri dari Australia, Selandia Baru, Papua Nugini, dan pulau-pulau yang berdekatan di Samudera Pasifik Selatan; Amerika Utara (Amerika Serikat dan Kanada); dan Eropa (seperti Inggris, Jerman, Perancis, Belgia, dan Belanda), termasuk Eropa Tengah dan Eropa Timur-Tengah yang dominan Katolik. Ia mencakup juga Oseania, kawasan geografik yang terdiri dari kebanyakan pulau yang lebih kecil di bagian barat dan tengah Samudera Pasifik, yang mencakup juga Australia dan Selandia Baru.

Peradaban dunia bagian Timur adalah suatu campuran peradaban penganut Buddhisme dan Hinduisme serta peradaban Sino dan Jepang. Secara khusus, peradaban Sino terdiri dari penduduk Cina, Korea, Singapura, Taiwan, dan Vietnam. Orang-orang Cina perantauan, terutama di Asia Tenggara, tergolong pada peradaban Sino.

Peradaban Muslim mencakup penduduk Timur Tengah, kecuali Armenia, Siprus, Etiopia, Georgia, Yunani, Israel, Kazakhstan, dan Sudan. Ia mencakup juga Afrika Barat bagian utara, Albania, Bangladesh, Brunei, Kepulauan Komoro, Indonesia, Malaysia, Pakistan, dan Kepulauan Maldives.

Huntington menolak kepercayaan luas masyarakat Barat bahwa nilai-nilai dan sistem politik Barat bisa diterima dan dipraktekkan di manapun di dunia. Ini kepercayaan yang naif, tegasnya. Karena itu,  upaya tak henti-hentinya dari Barat untuk mendorong demokratisasi dan terlaksananya norma-norma “universal” lainnya dari mereka akan menimbulkan sikap bermusuhan peradaban-peradaban lainnya. Barat, lanjut Huntington, tidak rela menerima sikap ini. Bukankah merekalah yang membentuk sistem internasional, menulis undang-undangnya, dan memberi isinya dalam bentuk Perserikatan Bangsa-Bangsa?

Huntington lalu mengidentifikasi suatu pergeseran utama dari kekuasaan ekonomi, militer, dan politik dari Barat ke peradaban-peradaban dunia yang lain. Pergeseran utama itu terjadi melalui munculnya dua “peradaban penantang”: peradaban Sino dan Muslim.

Menurut Huntington, peradaban Sino di Asia Timur tengah menegaskan diri dan nilai-nilainya dalam kaitan dengan peradaban Barat. Apa penyebab penegasan diri peradaban Sino? Pertumbuhan ekonominya yang cepat. Dia percaya tujuan khusus Cina dengan bertindak demikian adalah untuk menegaskan kembali dirinya sebagai penguasa regional; negara-negara lain di kawasan itu akan “membutuhkan” Cina. Mengapa? Sejarah Cina dan negara-negara itu adalah sejarah tentang struktur komando hierarkis, struktur yang menyiratkan pengaruh ajaran Konfusius (yang menekankan penguasaan diri, kepatuhan pada hierarki sosial, dan ketertiban sosial dan politik)  di balik peradaban Sino. Struktur ini bertolak belakang dengan individualisme (kepercayaan akan pentingnya kedudukan seseorang dalam suatu masyarakat) dan pluralisme yang dinilai tinggi di Barat.

Berbagai Kritik atas Teori Huntington

Teori politik Samuel P. Huntington tentang benturan antarperadaban mendapat berbagai kritik. Ringkasan kritik beberapa di antaranya demikian:
  1. Akar benturan antarperadaban adalah afisiliasi tunggal, seperti penganut Hinduisme yang melawan penganut Muslim di India.
  2. Akar benturan antarperadaban adalah kepercayaan filsafati yang berbeda-beda di antara berbagai kelompok budaya atau agama.
  3. Teori tentang benturan antarperadaban lemah karena menunjukkan suatu geografi yang dibayangkan: setiap struktur peradaban dibayangkan sebagai “terkurung pada dirinya” dan setiap ras memiliki takdir dan psikologi yang khusus.
  4. Teori Huntington menunjukkan suatu taksonomi (asas-asas pengelompokan) yang sederhana dan acak karena mengabaikan dinamika internal dan ketegangan pendukung di dalam suatu peradaban.
  5. Teori itu mengabaikan fakta bahwa ada peradaban yang terpecah-pecah dan menunjukkan sedikit kesatuan internal. Contoh: dunia Muslim yang sangat terpecah-pecah sesuai garis-garis etnik dari orang Arab, Persia, Turki, Pakistan, Kurdi, Berber, Albania, Bosnia, Afrika, dan Indonesia – masing-masing memiliki pandangan dunia yang berbeda-beda.
  6. Teori itu mengabaikan juga fakta bahwa dalam masyarakat Islam secara khusus, konflik timbul antara nilai-nilai agama tradisional dan “modernitas”: nilai-nilai konsumerisme dan dunia hiburan.
Terlepas dari berbagai kritik tadi, karya Samuel P. Huntington dipandang berisi pra-pengetahuan tentang konflik-konflik antarperadaban yang terjadi sesudah serangan teroris di AS 11 September 2001. Konflik-konflik itu mencakup serangan AS ke Afghanistan, pemboman Bali 2002, invasi tentara AS dan sekutunya ke Irak 2003, pemboman kereta api di Madrid 2004, krisis gambar kartun Nabi Muhammad saw 2006, pemboman London 2005, krisis nuklir Iran yang tengah berlangsung, konflik Israel-Lebanon 2006, dan konflik Israel-Gaza 2008-2009.

Masa kini, tesis Huntington tentang benturan antarperadaban bisa dipandang juga sebagai suatu nubuat yang digenapi dengan sendirinya (self-fulfilling prophecy). Gagasannya sudah memengaruhi kaum neo-konservatif (pendukung baru dari mereka yang ingin kembali pada nilai-nilai konservatif) AS sebelum 11 September 2001. Dilaporkan bahwa banyak kelompok Islam radikal di Timur Tengah membenarkan pikiran pokok Huntington tentang benturan antarperadaban.

Google vs Cina dalam Volume Berikut

Dengan ringkasan tentang teori Huntington tadi, Anda sudah mendapat suatu latar belakang pemikiran politik yang diharapkan akan mempermudah Anda memahami topik volume 15. Ringkasan tentang konflik Google dan Cina mengacu pada suatu benturan antara peradaban Barat dan Sino. Karena itu, sorotan selanjutnya pada konflik Google dan pemerintah Cina menyiratkan konflik antara peradaban Barat dan Sino.

Jumat, 16 April 2010

Volume 13: Biologi, Geofisika, Olahraga, dan Sejarah Iptek

Daftar Isi:

  1. BIOLOGI: Gara-Gara Parasit, Lahir Melalui Perawan
  2. GEOFISIKA: Gempa Bumi Cili 2010 Mengubah Sumbu dan Mempersingkat Hari Bumi
  3. OLAHRAGA: Lari dengan Kaki Telanjang Lebih Baik
  4. SEJARAH IPTEK:  Thales dari Miletus (sekitar 624-546 s.M.)

BIOLOGI

Gara-Gara Parasit, Lahir Melalui Perawan

Spesis parasit yang menyebar cepat memaksa perubahan seks pada korbannya, dan menyebarkan kelahiran melalui perawan (tanpa hubungan seksual). Cara penyebaran ini mengubah hewan-hewan menjadi “monster-monster kasar” – salah satu kengerian yang timbul dari proses tadi.

Baru-baru ini, suatu penelitian yang baru sudah menguraikan cara bakteri mampu menimbulkan kerusakan, yaitu, dengan menutup sistem kekebalan tubuh.

image

Bintik-bintik putih menandakan telur seekor tawon yang dipenuhi bakteri Wolbachia.

Foto:  Merijn Salverda dan Richard Stouthamer via NSF

Parasit dari genus (sekelompok spesis yang berkaitan erat) bakteri Wolbachia menyebabkan suatu gen dalam tawon melumpuhkan “alarm-alarm” berdasarkan protein terhadap serbuan bakteri. Demikian kata para periset yang memetakan untuk pertama kali genom tiga spesis tawon Nasonia.

image Tawon betina Nasonia. Foto: Peter Koomen dan Mathijs Zwier, Universitas Groningen, Belanda

Sebagai akibatnya, pertahanan anti-bakterial tawon itu tidak pernah disebarkan. Tiadanya pertahanan ini membiarkan Wolbachia memulai perusakannya.

Mekanisme ini bisa disebarkan juga pada serangga dan tungau lainnya, laba-laba, dan cacing nematoda (sejenis cacing yang sangat kecil) yang sudah dimasuki Wolbachia. Bagi semua makhluk ini, sistem reproduktif dari organisme yang terinfeksi (host) diperbaiki dengan hasil yang aneh yang mencakup suatu agenda anti-jantan yang jelas.

Kelamin jantan diubah sehingga ia menjadi betina yang subur atau dibunuh. Jantan yang menjadi betina yang subur itu masih perawan tapi melahirkan keturunannya – tanpa membutuhkan peranan ayah untuk kelahiran itu! Sang jantan mendapat perlakuan yang kasar karena spermanya terinfeksi dan dibuat tidak berguna dalam betina yang tidak terinfeksi.

Sang jantan memperoleh perlakuan yang kasar itu karena Wolbachia bisa hidup dalam telur tapi tidak dalam sperma. Hanya betina yang terinfeksi yang bisa meneruskan bakteri itu kepada keturunannya.

“Bagi dunia manusia, ini adalah fiksi ilmiah, tapi dalam dunia serangga, ini benar-benar suatu realitas,” kata Seth Borderstein, seorang profesor biologi pada Universitas Vanderbilt di Tennessee, AS. Borderstein seorang anggota suatu konsorsium internasional di balik penelitian baru itu, yang diterbitkan dalam edisi 15 Januari 2010 jurnal Science.

Monster-monster kasar”

Borderstein menjuluki bakteri-bakteri Wolbachia sebagai “dalang-dalang seks.” Semua tindak-tanduknya yang mirip Frankenstein (pencipta sesuatu yang merusak) memberi dalang-dalang seks tadi suatu keuntungan di antara parasit-parasit. Mereka bisa bereproduksi tanpa membunuh organisme tumpangannya (host); jadi, bakteri itu memiliki suatu peluang yang lebih baik untuk menyebarkan generasi berikut sementara organisme tumpangan itu sendiri bereproduksi.

Sesungguhnya, bakteri-bakteri itu sudah demikian terlatih dengan pekerjaannya sehingga mereka “salah satu dari parasit-parasit paling berhasil dalam dunia hewan.” Wolbachia bersembunyi di dalam sekitar 70 persen antropoda, suatu kelompok yang mencakup laba-laba dan tungau, kata Borderstein.

“Setiap kali seorang melihat seekor lalat menghinggapi buah yang busuk atau seekor lalat hinggap di bahu . . ., lalat itu boleh jadi mempunyai parasit Wolbachia,” kata Borderstein.

Ini tidak berarti pekerjaan Wolbachia selalu betul atau ideal. Terkadang, bakteri itu tidak bisa menyelesaikan pekerjaannya, dan menimbulkan “monster-monster kasar” , setengah jantan setengah betina, kata Borderstein.

Dia dan koleganya tidak tahu persis bagaimana Wolbachia melakukan sabotase genetiknya. Tapi mereka memang tahu bahwa bakteri itu bertindak selangkah lebih jauh dan sebenarnya mengalihkan beberapa dari gennya ke dalam genom tawon.

Proses itu masih belum jelas. Tapi Borderstein percaya bahwa, dengan menjangkiti sistem reproduksi organisme tumpangannya, Wolbachia meningkatkan peluang bagi gen-gennya untuk diserap ke dalam gen-gen tawon.

Malaria Dikecoh

Kata Borderstein keberhasilan Wolbachia menyebar melalui organisme tumpangannya – terutama, keturunan organisme itu – akhirnya bisa mendorong para ahli genetika memikirkan cara memerangi penyakit-penyakit yang dibawa serangga-serangga. Ini mencakup penyakit malaria dan demam berdarah.

Misalnya, para ilmuwan sudah membayangkan bagaimana menambah gen-gen pada nyamuk yang mengakibatkan hama kebal terhadap bakteri yang menimbulkan malaria. Tapi para periset belum memikirkan suatu cara yang efektif untuk menyebarkan gen-gen yang memberantas malaria melalui suatu populasi nyamuk.

Kalau suatu gen anti-malaria ditambahkan pada genom Wolbachia, parasit-parasit ini diperkirakan akan membentuk suatu “mekanisme pendorong otomatik” yang menyebarkan gen penangkal malaria dari nyamuk ke nyamuk.

(Christine Dell’ Amore, “’Sex Puppeteers’ Force Sex Change, Virgin Birth in Bugs via Genes”, National Geographic News January 20, 2010)

GEOFISIKA

Gempa Bumi Cili 2010 Mengubah Sumbu dan Memperpendek Suatu Hari Bumi

Gempa bumi Cili (Amerika Selatan) yang terjadi Sabtu 27 Februari 2010 begitu hebat sehingga ia diperkirakan menggeser sumbu dan mempersingkat suatu hari Bumi, demikian diumumkan NASA Senin (1/3/2010).

Gempa bumi Cili berkekuatan 8,8 pada Skala Richter (SR). Ia dipandang gempa bumi terkuat kelima yang pernah dicatat. Gempa sekuat ini diperkirakan mempercepat rotasi Bumi dan mempersingkat suatu hari Bumi sebanyak 1,26 per juta dari satu detik. Perkiraan ini berdasarkan suatu kalkulasi komputer menurut suatu model baru oleh Richard Gross, seorang ahli geofisika pada Laboratorium Propulsi Jet NASA di Kalifornia (AS).

Sebagai suatu perbandingan, model komputer yang sama memperkirakan bahwa gempa bumi yang memporak-porandakan Aceh di Sumatra Utara Desember 2004 berkekuatan 9.0 SR dan mempersingkat suatu hari Bumi menjadi 6,8 per juta dari satu detik. Gross juga memperkirakan bahwa gempa bumi Cili menggeser sumbu Bumi sejauh sekitar delapan sentimeter.

Bagaimana Hari Bumi Dipersingkat?

Gempa bumi Cili tergolong pada gempa bumi hunjaman (thrust earthquake). Ia timbul ketika suatu bagian besar dari permukaan Bumi – dalam hal ini, lempengan tektonik Nasca – menghunjam suatu lempengan yang berdekatan. Proses ini, disebut subduksi, bisa menimbulkan gempa bumi dan letusan-letusan gunung berapi dan mempersingkat hari Bumi. Hari Bumi dipersingkat oleh gerak gempa bumi hunjaman ke arah dalam Bumi.

Jenis-jenis gempa bumi yang lain tidak memengaruhi rotasi Bumi. Ini mencakup gempa bumi yang disebabkan dua lempengan yang saling meluncur dan lewat secara horisontal.

Sejauh ini, para ilmuwan bisa mengukur panjangnya suatu hari Bumi dengan suatu kecermatan sekitar hanya 20 per juta dari satu detik. Jadi, hari yang dipersingkat oleh gempa bumi Cili bisa diperkirakan tapi tidak diukur.

Pergeseran sumbu dan penyingkatan hari Bumi itu bersifat sementara. Meskipun demikian, efek-efek itu nyata. Tapi berapa lama penyingkatan hari Bumi itu tidak bisa dipastikan.

Gempa bumi hunjaman bukanlah satu-satunya gejala geofisikal yang bisa mempersingkat, atau memperpanjang, hari-hari Bumi. Letusan-letusan gunung berapi atau gelombang-gelombang pasang yang dipengaruhi gravitasi Bulan pun bisa menimbulkan akibat-akibat yang sama.

Gempa Bumi Cili 2010 Lahir 1960

Pergeseran sumbu Bumi karena gempa bumi Cili diperkirakan berasal dari peningkatan tekanan dari suatu gempa bumi berkekuatan 9,5 SR yang melanda Cili tahun 1960. Demikian diumumkan para ilmuwan dalam suatu penelitian yang terpisah 1 Maret 2010.

Mengapa gempa bumi Cili membutuhkan 50 tahun untuk muncul sementara gempa bumi Sumatra 2005 membutuhkan hanya tiga bulan sesudah gempa bumi Sumatra 2004? Para ilmuwan belum menemukan jawabannya.

Gempa bumi Sumatra dengan kekuatan 9,0 SR yang terjadi 26 Desember 2004 disusul suatu gempa bumi berkekuatan 8,7 SR 28 Maret 2005. Berbeda dengan gempa bumi ini, gempa bumi Cili 2010 membutuhkan 50 tahun sejak retakan karena gempa bumi 1960 sementara retakan lempengan bagian selatan Sumatra membutuhkan hanya tiga bulan.

(Ker Than, “Chile Earthquake Altered Earth Axis, Shortened Day,” National Geographic News, March 2, 2010)

OLAHRAGA

Lari dengan Kaki Telanjang Lebih Baik

Kaki telanjang manusia lebih baik untuk lari dibanding kaki yang memakai sepatu khusus untuk lari. Demikian hasil suatu penelitian baru yang diterbitkan secara online oleh jurnal Nature 27 Januari 2010.

image Pelari bersepatu dan berkaki telanjang

Sejauh ini, orang mengira berlari dengan kaki telanjang berbahaya dan menyakitkan. Anggapan ini dibantah hasil penelitian tadi. Menurut penelitian itu, berlari dengan kaki telanjang pada permukaan yang paling keras sekalipun sesungguhnya tidak menimbulkan sedikit pun rasa tidak nyaman dan rasa sakit. Berlari dengan kaki telanjang malah dipandang kurang menyakitkan dibanding berlari dengan bersepatu.

Penemuan ini berasal dari penelitian Daniel Lieberman dan koleganya dari Universitas Harvard, AS. Lieberman adalah seorang profesor biologi evolusioner pada universitas itu.

Penelitian mereka memakai penjejakan inframerah 3 dimensi (3 D) untuk merekam dan meneliti gaya lari dan ayunan (langkah kaki dan tangan) dari tiga kelompok pelari. Pertama, mereka yang selalu lari dengan kaki telanjang; kedua, mereka yang selalu lari dengan bersepatu; dan, ketiga, mereka yang berganti-gantian memakai atau tidak memakai sepatu ketika berlari.

Para peneliti menemukan bahwa pelari yang bersepatu dan mulai mengayunkan langkahnya mendaratkan telapak kakinya pertama kali dengan tumitnya sebanyak 75 dan 80 persen. Sementara itu, pelari berkaki telanjang biasanya mendaratkan telapak kaki ke arah tengah atau depan. Pelari berkaki telanjang menunjukkan gaya ayunan yang secara mengherankan berbeda dengan mereka yang bersepatu sambil berlari.

Tanpa sepatu, mendarat dengan tumit menimbulkan rasa sakit dan bisa menghasilkan suatu forsa tabrakan sebesar 1,5 sampai dengan 3 kali berat badan. Pelari berkaki telanjang lebih sering mendarat dengan ujung jari kakinya; ini menolong mereka mengurangi dampak tabrakan tadi dengan mengurangi massa efektif dari kaki yang berhenti secara tiba-tiba ketika pelari itu mendaratkan telapak kakinya.

(Katherine Harman, "”Running barefoot is better, researchers find,” November 2009 Scientific American Mind)

SEJARAH IPTEK

Mulai nomor volume ini, kami memuat kilasan sejarah ke-100 ilmuwan paling berpengaruh di dunia, satu demi satu atau beberapa di antaranya sekaligus untuk setiap volume terbitan, dari abad ke-7 sebelum Masehi sampai dengan awal  abad ke-21. Para tokoh iptek ini adalah lelaki dan wanita yang sudah mengubah cara kita memandang dunia, alam semesta, dan diri kita sendiri. Sejarah sains yang di dalamnya mereka menunjukkan peranannya yang berpengaruh adalah kisah hebat dari penemuan, percikan-percikan intuisi yang sudah mengubah cara kita melihat dunia, kerja keras, dan kalkulasi yang sulit di laboratorium. Kilasan sejarah para ilmuwan paling berpengaruh di dunia bersumber pada The 100 Most Influential Scientists (dengan kata pengantar oleh John Gribbin) terbitan Encyclopaedia Brittanica, Inc., London, 2008.

Thales dari Miletus (sekitar 624-546 s.M.)

Thales dari Miletus adalah seorang ilmuwan Yunani kuno. Dia adalah salah satu dari Tujuh Lelaki Bijaksana, atau Sophoi, yang legendaris dari dunia kuno. Dia diingat terutama untuk kosmologinya.

Tidak ditemukan tulisan-tulisannya. Sebagai salah satu dari Tujuh Lelaki Bijaksana legendaris dunia kuno, dia diingat untuk berbagai kata bijaknya. Dua contoh mencakup “Kenalilah dirimu sendiri” dan “Tidak ada yang berlebihan.”

Thales dihubungkan dengan penemuan lima dalil geometrik. Pertama, suatu lingkaran dibagi dua oleh diameternya. Kedua, dalam suatu segi tiga, sudut-sudut yang berlawanan pada dua sisi dengan ukuran panjang yang sama adalah sama. Ketiga, sudut-sudut berlawanan yang dibentuk oleh garis-garis lurus yang saling memotong adalah sama. Keempat, sudut yang digoreskan di dalam suatu setengahlingkaran adalah suatu sudut kanan. Kelima, suatu segi tiga ditetapkan kalau dasarnya dan kedua sudut di dasarnya diberikan.

Menurut Aristoteles (384-322 s.M.), seorang pemikir Yunani kuno, Thales pendiri filsafat Eropa. Thales adalah ilmuwan pertama yang menunjukkan bahwa air, atau kelembaban, adalah suatu lapisan bawah material tunggal bagi alam semesta. Air menunjukkan gerak karena mampu menjadi uap – karena apa yang berubah atau bergerak sendiri dekat dengan hidup sendiri. Bagi Thales, seluruh alam semesta adalah suatu organisme yang hidup, yang dihidupkan oleh pernapasan keluar dari air. Sumbangan Thales bagi ilmu pengetahuan terletak pada upayanya menjelaskan alam melalui penyederhanaan gejala dan pada pencariannya akan penyebab-penyebab di dalam alam sendiri. Thales penting dalam menjembatani dunia mitos dan nalar.

Selasa, 23 Maret 2010

Volume 12: Musik, Teknologi Informasi, Energi, Mikrobiologi

Daftar Isi

  1. MUSIK: Suling Dimainkan Selama Sekurang-kurangnya 35.000 Tahun
  2. TEKNOLOGI INFORMASI: Cip Memori Ultrapadat Baru Bertahan Semiliar Tahun?
  3. TEKNOLOGI INFORMASI: Sandi-Sandi Super Rahasia Dibuat dari Cahaya
  4. ENERGI: Fotosintesis Buatan Menerangi Dunia
  5. MIKROBIOLOGI: Mikroba Sangat Kecil Dihidupkan sesudah 120.000 Tahun

MUSIK

Suling Dimainkan Selama Sekurang-kurangnya 35.000 Tahun

Suling-suling yang diukir dan berasal dari 35.000 tahun yang lalu ditemukan selama suatu penggalian di suatu situs Paleolitik atas (masa awal Zaman Batu, antara 750.000 dan 15.000 tahun yang lalu) di Jerman barat-daya musim panas 2008. Suling-suling hasil penemuan itu mengakibatkan jenis alat musik itu tergolong yang tertua – kalau bukan yang tertua – yang pernah didokumentasi. Suatu laporan tentang penemuan ini dimuat dalam majalah Scientific American 24 Juni 2009.

Suling-suling tersebut berasal dari periode Aurignagsian awal (periode budaya Eropa pra-sejarah), antara tahun 30.000 dan 22.000 sebelum Masehi. Jenis instrumen itu menunjukkan suatu tradisi musikal yang tertata baik ketika manusia modern menghuni Eropa. Suling paling lengkap yang ditemukan berlubang lima dibuat dari tulang burung hering grifon. Burung itu memiliki sayap dan ekor berwarna hitam dan panjangnya sekitar 21,8 sentimeter. Pecahan-pecahan suling lain dibuat dari gading gajah.

Menurut para ahli, adanya alat-alat musikal yang rumit menandakan perilaku modern yang lengkap dan komunikasi simbolis yang maju dari manusia. Itu memperkuat argumen bahwa orang-orang Eropa masa awal itu sudah relatif maju secara budaya.

Akan tetapi, para ahli belum tahu rangkaian nada apakah yang dimainkan melalui suling purba tadi.

(Katherine Harmon, “Stone Age jams: Humans playing the flute for at least 35,000 years, no words yet on sax”, Evolution June 24, 2009)

TEKNOLOGI INFORMASI

Cip Memori Ultrapadat Baru Bertahan Semiliar Tahun?

Bagaimanakah Anda yang memiliki blog ingin melestarikannya agar diakses generasi sesudah Anda, satu miliar tahun sejak sekarang? Suatu cip memori baru yang bisa bertahan selama semiliar tahun bisa melestarikannya!

Pelestariannya dalam ukuran nano. Suatu nano berukuran sangat kecil, seperti sepermiliar dari satu meter, satu gram, atau satu detik! Alat-alat berukuran nano bisa mengepak triliunan data – setara dengan 25 juta halaman buku pelajaran (textbook) – dalam 6,5 sentimeter persegi empat bahan yang dibuat dari tabung nano karbon berdinding banyak (multiwalled carbon nanotubes).

Mutu media penyimpanan bisa menurun dan tidak bisa dibaca karena kondisi lingkungan hidup, keausan mekanis, dan faktor-faktor lain. Biasanya, semakin banyak yang dipak pada cip memori, semakin cepat ausnya cip itu.

Misalnya, DVD, bisa menyimpan seratus miliar bit. (Suatu bit adalah suatu satuan informasi di komputer, diungkapkan sebagai 0 atau 1.) Tapi bit sebanyak itu diharapkan bisa dibaca selama hanya 30 tahun.

Tidak demikian halnya kalau data dipak dengan memakai tabung nano karbon berdinding banyak. Tabung-tabung ini dibentuk oleh ikatan-ikatan (bonds) paling kuat dalam alam: ikatan-ikatan karbon. Ikatan-ikatan ini mengakibatkan tabung-tabung nano karbon itu anti karatan.

Usia yang sangat panjang dari cip memori yang menyimpan data berbasis tabung karbon nano bisa berlebihan. Tapi usianya yang panjang perlu agar penyimpanan data menjadi sehat secara mendasar.

Meskipun demikian, proyek penyimpanan data dengan cara tadi baru pada tahap riset. Akan tetapi, suatu model awal bisa diperoleh dalam dua tahun mendatang.

(Timothy Hornyak, “New Ultradense Memory Chips to Last a Billion Years?” National Geographic News June 15, 2009)

Sandi-Sandi Super Rahasia Dibuat dari Cahaya

Apa kerja seorang heker (hacker), seorang pengakses ilegal atau tidak sah dari komputer Anda?  Dia menghek (hack), mengakses suatu komputer tanpa diberi wewenang oleh pemiliknya.

Yang paling rugi adalah mereka yang tidak punya keahlian untuk menangkal aksi para heker. Data rahasia mereka, seperti data perbankan atau intelijens militer, bisa dicuri para heker dan dimanfaatkan untuk kepentingannya.

Tapi suatu teknologi penangkal yang baru diharapkan bisa memberi mereka perlindungan yang lebih kokoh terhadap data mereka di komputer di masa depan. Teknologi ini memakai kode-kode atau sandi-sandi super rahasia yang dibuat dari cahaya.

Sandi-sandi yang tidak bisa dihek para heker diperkirakan akan menjadi kenyataan. Ini berkat hasil kerja suatu tim fisikawan Austria; mereka mengirimkan pasangan-pasangan foton yang dibelitkan (entangled) yang menempuh suatu jarak sejauh 144 kilometer.

Foton-foton yang dibelitkan adalah pasangan-pasangan zarah cahaya yang biasa. Secara misterius, pasangan-pasangan ini terhubungkan pada tingkat kuantum.

Satu foton dari setiap pasangan tampaknya “mengetahui” apa yang terjadi pada foton lainnya, tidak peduli sejauh manakah foton itu berada. Efek ini oleh Albert Einstein pernah dijuluki sebagai “tindakan menyeramkan pada suatu jarak.”

Para ahli pemecahan kode atau sandi yang dinamakan ahli kriptografi percaya sifat ini mengakibatkan foton-foton yang saling membelit ideal untuk mengirimkan pesan-pesan rahasia. Tidak itu saja.

Metode pengiriman pesan-pesan rahasia melalui pembelitan pasangan-pasangan foton punya suatu keunggulan. Metode ini tidak akan mencegah orang menangkap suatu komunike (pengumuman resmi). Meskipun demikian, ia segera akan menyingkapkan siapa yang menangkap komunike itu.

“Anda segera tahu ada seorang online,” kata anggota tim, Anton Zeilinger dari Universitas Wina.

Dengan keberhasilan mengirimkan pasangan-pasangan foton yang dibelitkan sejauh 144 kilometer, apakah ada kemungkinan mengirimkan pasangan-pasangan seperti ini lebih jauh dari 144 kilometer? Sulit sejauh hasil eksperimen yang sudah dilakukan, kata para fisikawan Austria itu. Intensitas pancaran cahaya dari foton-foton yang dikirimkan melewati jarak yang lebih jauh cepat hilang, mirip jangkauan yang memudar dari sinar senter. Akibatnya, foton-foton yang membelit lebih sulit dideteksi semakin jauh mereka bergerak.

Hambatan tadi dipecahkan dengan membuat detektor-detektor yang bisa “menemukan” foton-foton kunci. Foton-foton ini berada di antara cahaya di latar belakangnya. Ini suatu bagian yang sangat penting dari eksperimen tim dari Austria untuk mengembangkan suatu teknologi informasi futuristik.

Kalau teknologi informasi futuristik ini berhasil dikembangkan, bagaimana penerapannya nanti? Robert J. Sawyer, seorang penulis fiksi ilmiah tenar, mengatakan teknologi informasi ini akan dipakai dalam perdagangan elektronik (e-commerce), tempat pengiriman data tersandikan sangat penting bagi pencegahan pencurian data. Kalau nanti pengiriman pesan tersandikan mampu mengitari Bumi, zarah-zarah foton yang membelit itu akan dipakai untuk komunikasi antar-bintang.

(Richard A. Lovett, “Supersecret Codes Made of Light Closer to Reality?” National Geographic News June 5, 2009)

ENERGI

Fotosintesis Buatan Menerangi Dunia?

Sebotol air minum bisa menyediakan energi yang cukup untuk suatu rumah di negara berkembang kalau penemuan Dan Noreca diterapkan. Noreca seorang kimiawan dari Institut Teknologi Massachusetts di Boston (AS) dan pendiri perusahaan Solar Catalytic. Noreca sudah mengembangkan suatu katalis (suatu bahan kimia yang mempercepat reaksi kimiawi) berbasis kobal (suatu unsur kimiawi berwarna putih keperak-perakan). Katalis berbasis kobal ini memampukan dia menyimpan energi dengan cara yang sama dengan tanaman, yaitu, dengan membelah air.

“Hampir seluruh energi matahari tersimpan dalam pembelahan air,” kata Noreca. Solar Catalytic adalah salah satu dari lima perusahaan di AS yang didanai pemerintah untuk mengembangkan “bahan bakar matahari langsung,” dijuluki “bahan bakar elektro.” Kata Noreca, “Kami menyamai fotosintensis untuk penyimpanan ukuran besar dari energi matahari.” (Fotosintesis dihasilkan karbohidrat, hasil pengubahan karbon dioksida dan air,  dengan menggunakan cahaya dan klorofil, pigmen tanaman hijau.)

Menurut Noreca, sistemnya yang baru bisa berfungsi pada suhu dan tekanan sekitar (ambient), tanpa korosi dalam segelas air yang sederhana, termasuk air yang tercemar. Untuk penyimpanan energi, air genangan lebih aman dipakai dibanding air bersih. Air bersih tidak dipakai karena dijadikan air minum bagi manusia. Noreca sudah mencoba prototipe bahan bakar elektronya dengan memakai air yang belum dibersihkan dari Sungai Charles di Boston. Air itu murah, kurang dari $12.000 per kilowatt.

Listrik yang dipakai dihasilkan suatu susunan fotovoltaik (photovoltaic array), susunan yang membangkitkan aliran atau voltase listrik ketika diberi penerangan. Susunan itu berukuran lima meter kali enam meter.

Noreca mendaku (claim) dia bisa membelah air yang cukup kurang dari empat jam “untuk menyimpan energi yang cukup bagi suatu rumah Amerika rata-rata” selama satu hari, sekitar 30 jam kilowatt.

(David Biello, “Shift happens: Will artificial photosynthesis pwer the world?” Energy & Sustainability March 3, 2010)

MIKROBIOLOGI

Mikroba Sangat Kecil Dihidupkan sesudah 120.000 Tahun

Suatu mikroba adalah suatu organisme (makhluk hidup) mikroskopik, berukuran sangat kecil. Mikroba-mikroba sangat kecil yang terperangkap dalam es dari sungai es selama 120.000 tahun sudah dibujuk atau dipancing agar hidup kembali, demikian dinyatakan suatu penelitian. Tindakan luar biasa ini menambah bukti bahwa hidup makhluk asing yang laten atau lama tidak aktif di dunia yang membeku bisa dihidupkan kembali.

Bakteri sangat kecil yang mampu dihidupkan kembali itu berwarna coklat keungu-unguan, secara teknis disebut Herminiimonas glaciei. Mikroba itu ditemukan di bawah es Tanahhijau sedalam sekitar 3 kilometer.

Para periset menginkubasi sampel purba itu dalam air yang makin lama makin hangat selama hampir setahun. Ketika itulah koloni-koloni bakteri itu bertumbuh pada suatu piring petri (petri dish), sejenis piring untuk menumbuhkan biakan bakteri di laboratorium.

H. glaciei bukanlah bakteri tertua yang dihidupkan kembali. Satu sampel yang dikumpulkan di Tibet dihidupkan kembali sesudah tidak aktif  selama 750.000 tahun. Meskipun demikian, H. glaciei adalah bakteri mikro sangat kecil purba pertama yang dihidupkan kembali dan yang ciri-cirinya dicatat secara rinci, kata pemimpin penelitian Jennifer Loveland-Curtze dari Universitas Negarabagian Pennsylvania, AS.

Bakteri mikro sangat kecil, bahkan sangat kecil menurut standar bakteri, sekitar 10 sampai dengan 50 kali lebih kecil dari mikroba usus manusia yang lazim, E. coli. Ukurannya yang begitu kecil bisa memberi bakteri itu suatu keuntungan untuk bertahan hidup dibanding organisme mikro lainnya.

Misalnya, H. glaciei diperkirakan sudah bertahan hidup dalam kapiler-kapiler (pembuluh-pembuluh) tipis dari air yang kaya akan nutrisi di dalam gletser (sungai es) Tanahhijau. Kapiler-kapiler tipis itu akan menjadi terlalu sempit untuk dihuni bakteri yang lebih besar.

Bakteri mikro yang sangat kecil itu bisa juga mirip jenis-jenis hidup yang boleh jadi ditemukan di lingkungan keras dari dunia lain. Lingkungan keras itu mencakup tudung-tudung kutub Mars atau laut yang membeku dari Eropa, bulan Yupiter, kata Loveland-Curtze.

(Ker Than, “Ultrasmall Microbes Revived After 120.000 Years on Ice,” National Geographic News June 17, 2009)

Jumat, 19 Februari 2010

Volume 11: Dokter Ditambah Doa Bisa Menyembuhkan Pasien?

Sudah ada kesepakatan antara sains dan agama. Selain perawatan medis, menambahkan sedikit spiritualitas bisa sangat manjur untuk kesehatan Anda.

Masalah iman Anda adalah suatu proses di dalam otakmu. Proses itu secara khusus dihasilkan suatu bagian otakmu yang secara teknis disebut baga parietal (parietal lobe). Letaknya di bagian atas kepalamu, di belakang baga frontal, di depan baga oksipital, dan di utara baga temporal otakmu. Baga parietal  adalah kawasan tengah salah satu dari kedua belahan otak manusia, terletak di bawah puncak tengkorak.

brain_lobes Baga parietal, frontal, temporal, dan oksipital dari otak manusia; tampak juga fisura (belahan) pusat dan lateral

Doamu yang khusyuk yang mengakibatkan Anda tidak menyadari lingkungan di sekitarmu berasal dari aktivitas baga parietalmu. Mereka yang bermeditasi begitu dalam sehingga seluruh bagian tubuhnya sudah melebur berasal juga dari aktivitas baga parietalnya. Ada kawasan lain yang berperan dalam mengaktifkan sisi spiritual otakmu, seperti talamus (massa jaringan saraf berwarna kelabu pada dasar otak besar yang memproses masukan sensori) dan baga frontal. Tapi baga parietallah yang diduga memiliki pengaruh emosional paling kuat.

Sebagai makhluk yang selalu membutuhkan hubungan, kita selalu memanfaatkan pusat spiritual otak. Kita, misalnya, berdoa bagi perdamaian, bermeditasi demi ketenangan, berziarah ke tempat keramat seperti Lourdes di Perancis demi mencari mujizat, memakan cendawan halusinogenik (dari zat kimia yang menimbulkan halusinasi) untuk mencapai penglihatan yang menembus ruang-waktu, dan berkumpul di lantai bawah gereja untuk mencapai kebalikan yang realistis dari efek cendawan halusinogenik. Paling sering kita berdoa, menyanyi, atau bermeditasi demi kesehatan kita.

lourdes

Patung Bunda Maria, Ibu Yesus, di  Lourdes, suatu tempat suci yang sudah dikunjungi peziarah Katolik selama sekitar 150 tahun. Setiap tahun, Lourdes menarik enam juta peziarah.

Menurut definisi, kesehatan adalah syarat mutlak segala sesuatu. Kita yakin di samping pengobatan dokter, doa kita bisa juga menyembuhkan kita.

Makin bertambah bukti ilmiah bahwa iman memang bisa memberi kita kesehatan. Mereka yang menghadiri ibadah religius memang memiliki risiko yang lebih kecil untuk meninggal dunia dalam satu tahun mana pun dibanding mereka yang tidak menghadirinya. Mereka yang percaya akan Allah yang mengasihi menunjukkan kondisi kejiwaan yang lebih baik sesudah suatu diagnosis penyakit dibanding mereka yang percaya akan Allah yang menghukum. Sekalipun mereka yang sakit membutuhkan pengobatan dokter, spiritualitas pasien menunjukkan penguasaan penyakit yang lebih baik.

Akan tetapi, para ahli yang menyangsikan pengaruh spiritualitas pada kesehatan manusia mengatakan kesembuhan rohani seperti itu bukan hal yang luar biasa. Mereka yang skeptis  mengatakan seseorang berusia lebih panjang kalau menghadiri ibadah di gereja karena dia di sana mengikuti dorongan untuk menjaga kadar kolesterolnya dan demi pelayanan perawat yang menjaganya. Muatan virus menurun ketika seseorang mencakup spiritualitas dalam melawan HIV karena tingkat kortisol (hormon stres) dia yang turun pertama kali. Sains tidak berurusan dengan masalah adialami; agama dan sains membicarakan bidang yang berbeda.

Memang ada benarnya.  Tapi benar juga bahwa otak dan tubuh kita berisi banyak sekali spiritual wiring, proses spiritual yang mengendalikan fungsi tubuh. Sejumlah besar penemuan sains menunjukkan suatu dampak positif agama terhadap kesehatan. “Cara otak bekerja begitu selaras dengan agama dan spiritualitas sehingga kita akan terjaring oleh kedua-duanya untuk jangka waktu yang lama,” kata Dr. Andrew Newberg, seorang profesor radiologi, psikologi, dan kajian religius pada Universitas Pennsylvania, Amerika Serikat,  dan salah seorang pendiri Pusat Penn untuk Spiritualitas dan Akal Budi.

andrewnewberg Dr. Andrew Newberg

Semuanya Ada di Kepala Kita

Sudah 15 tahun Newberg meneliti hubungan antara otak, tubuh, dan roh. Dia sudah menulis empat buku, termasuk How God Changes Your Brain. Dia menjelaskan cara pusat prosesing data spiritual kita bekerja, dengan melakukan berbagai tipe pemindaian otak pada lebih dari 100 orang, semuanya dalam berbagai keadaan beribadah atau kontemplatif. Newberg dan timnya sudah mengenal bagian mana dari otak yang “menyala” selama pengalaman yang mana.

howgodchanges Buku karya Dr. Andrew Newberg

Ketika orang terlibat dalam doa, baga frontal yang menuntun karena bagian otak ini mengendalikan fokus dan konsentrasi. Selama doa yang sangat khusyuk, nyala baga parietal memudar, memampukan mereka mengalami perasaan terbebas dari ikatannya pada dunia. Baga frontal menjadi lebih diam ketika semua pengikut ibadah terlibat dalam kegiatan berbicara dalam bahasa lidah atau glosolalia. Berbicara dalam bahasa lidah sangat cocok dengan pengalaman subyektif pemakainya yang tidak mampu mengendalikan apa yang tengah dikatakannya.

Glosolalia adalah ujaran tak bermakna atau yang diciptakan, terutama diakibatkan suatu keadaan kesurupan atau skizofrenia, sejenis kekacauan jiwa yang parah. Mazhab Kristen tertentu terkenal dengan gejala glosolalia, yang dicirikan oleh kemampuan pendeta dan anggota jemaat atau sebagian mengucapkan bahasa yang tidak bisa dipahami orang lain yang tidak mengalaminya. Mereka yang mengalaminya percaya glosolalia adalah bahasa sorgawi yang digerakkan oleh Roh Kudus dan bisa ditafsirkan ke dalam bahasa umum oleh orang-orang dengan karunia untuk menafsirkannya.

bennyhinn1 Benny Hinn, salah seorang penginjil televisi kontroverisal asal AS dari Mazhab Kristen Karismatik yang juga memakai bahasa lidah (glosolalia), tengah melakukan penyembuhan spiritual di panggung.

Berdoa dan bermeditasi yang cukup bisa menimbulkan perubahan permanen dalam otak. Mereka yang bermeditasi untuk jangka waktu yang panjang – 15 tahun atau lebih – memiliki baga frontal yang lebih tebal daripada mereka yang tidak bermeditasi.

Otak diketahui juga memberi banyak manfaat yang lain. Fungsi yang lebih baik dari baga frontal menolong memperkuat ingatan. Dalam satu penelitian, Newberg memindai otak orang yang mengeluh karena ingatannya buruk sebelum mereka mengikuti latihan meditasi. Sesudah mengikuti latihan itu, dia memindai otak mereka sekali lagi. Baga-baga mereka makin meningkat dan ingatannya menjadi lebih baik.

Iman dan kesehatan tumpang-tindih juga dengan cara-cara lain. Ambil, misalnya, puasa yang biasanya diadakan penganut agama Yahudi, Muslim, Katolik, dan Hindu. Kalau diadakan dengan benar, puasa mereka bisa mengarah pada suatu keadaan pencerahan dan euforia (rasa bahagia yang luar biasa). Selanjutnya, ini bisa memberi para pelaku puasa kesadaran yang membahagiakan tentang apakah tujuan pantang makanan demi kesehatan atau demi wawasan rohani sudah  mereka capai.

hinn_crusade350 Suasana euforia diungkapkan mereka yang menghadiri suatu kampanye penginjilan Benny Hinn di AS.

Sejauh Manakah Doa Manjur?

Bagi kebanyakan orang percaya, unsur kehidupan religius yang bersinggungan secara wajar dengan kesehatan adalah doa. Para ahli teologia yang sangat serius percaya akan kuasa apa yang disebut “doa syafaat” (doa kepada Allah atas nama seseorang, sesuatu, atau anggota jemaat) untuk menyembuhkan orang sakit. Beberapa ilmuwan yang sangat serius sudah meneliti hal ini juga; sejak tahun 2000, sudah ada lebih dari 6.000 penelitian tentang topik ini.

Para peneliti belum menemukan hasil yang konklusif tentang kuasa doa untuk menyembuhkan orang sakit. Pada tahun 1872, Francis Galton, ilmuwan di balik eugenika (pembibitan selektif demi meningkatkan mutu manusia) dan sidik jari, memperhitungkan bahwa Raja atau Ratu seharusnya hidup lebih lama dari rakyatnya. Bukankah kesehatan dia didoakan setiap hari oleh jutaan rakyatnya? Tapi riset Galton menunjukkan kebalikannya, barangkali karena Raja atau Ratu mengosumsi diet yang kaya dan menikmati kesenangan yang luas. Suatu penelitian terkenal tahun 1988 oleh ahli kardiologi (penelitian medis tentang jantung) Randolph Byrd dari Rumah Sakit Umum San Fransisko, AS, menemukan bahwa pasien-pasien yang didoakan mengalami kondisi yang lebih baik daripada mereka yang tidak didoakan. Tapi suatu penelitian yang lebih besar tahun 2005 oleh ahli kardiologi Herbert Benson dari Universitas Harvard, AS, menantang penemuan Byrd. Benson melaporkan bahwa komplikasi terjadi pada 52% pasien yang menjalani operasi by-pass yang dilayani dengan doa syafaat dan terjadi pada 51% pasien tanpa pelayanan doa syafaat.

Richard Sloan, profesor ilmu kedokteran perilaku pada Pusat Pengobatan Universitas Kolumbia, AS, mengatakan mencoba mencari suatu kaitan antara doa dan penyembuhan adalah suatu “pesanan orang bodoh” karena alasan metodologis yang paling mendasar. “Tidak mungkin mengetahui sebanyak apakah doa diterima,” katanya, “dan karena Anda tidak mengetahui hal itu, Anda tidak bisa menentukan dosis pengobatan.”

Ketepatan obyektif dan ilmiah seperti itu tidak menurunkan semangat orang untuk percaya bahwa doa adalah pusat imannya. Hanya pada satu pokok saja mereka yang mendukung dan menolak kesembuhan melalui doa sepakat: sangat penting untuk diingat dalam perencanaan penelitian apakah pasien yang diteliti tahu mereka didoakan. Kalau peneliti memberikan sedikit petunjuk saja apakah pasien-pasien itu digolongkan ke dalam kelompok doa atau kelompok yang dikontrol, maka efek plasebo (efek psikologis dari perawatan) menghancurkan data penelitian ilmuwan.

Efek plasebo bisa menimbulkan semua cara penyembuhan yang sangat manjur terhadap semua jenis penyakit. Berikan seorang pasien sebutir pil manis tapi katakan itu analgesik (pil pereda rasa sakit) dan rasa sakitnya bisa lenyap. Newberg memerikan seorang pasien kanker yang tumornya menyusut ketika dia diberi suatu obat eksperimental, membesar ketika dia tahu obat itu tidak manjur pada pasien-pasien lain, dan menyusut lagi ketika dokter mengobatinya dengan air steril tapi mengatakan pada pasiennya itu suatu versi yang lebih mustajab dari pengobatan kankernya. Akhirnya, Lembaga Obat dan Pangan AS menyatakan obat itu tidak manjur, dan pasien itu meninggal dunia. “Otak tampaknya mampu menargetkan efek plasebo dengan berbagai cara,” kata Newberg. Tidak ada sains yang membuktikan doa syafaat untuk orang sakit akan menyembuhkan mereka. Tapi doa syafaat itu memang tidak berbahaya – dan barangkali menolong – untuk mengetahui bahwa ada orang yang berdoa untuk orang sakit.

Iman dan Usia Panjang

Apakah percaya akan Allah dan ajaran agama memang berisi kuasa? Salah satu jawaban terhadap pertanyaan ini adalah penelitian kesehatan pengunjung teratur ibadah gereja. Ahli demografi sosial Robert Hummer dari Universitas Texas, AS, sudah mengikuti suatu populasi orang yang diteliti sejak 1992, dan hasil-hasil penelitiannya sulit dibantah. Mereka yang tidak pernah menghadiri ibadah religius memiliki risiko meninggal dunia dua kali lebih besar selama delapan tahun mendatang dibanding mereka yang menghadiri ibadah seminggu sekali. Mereka yang kira-kira berada di antara kedua kelompok pengunjung ini mengalami rentang usia yang kira-kira ada di antara rentang usia kedua kelompok tadi.

Suatu analisis yang serupa oleh Daniel Hall, seorang pendeta Gereja Episkopal dan seorang dokter bedah pada Pusat Pengobatan Universitas Pittsburgh, AS, menemukan bahwa pengunjung ibadah gereja memperoleh tambahan dua sampai dengan tiga tahun pada usianya. Jadi, bergabung dengan suatu jemaat dalam ibadah dan hidup lebih lama memang tampak saling berkaitan.

Meskipun demikian, para peneliti belum menjelajahi semua variabel (situasi atau jumlah yang bisa bervariasi atau divariasi) yang berperan dalam gejala biologis-spiritual ini. Hummer, misalnya, mengatakan beberapa faktor variabel-variabel itu bukan hal yang baru: mereka yang berakar pada komunitas religius berpeluang lebih besar untuk saling mengandalkan demi persahabatan, dukungan, dan tumpangan kendaraan untuk menemui dokter.

Tapi ilmuwan lain mengatakan itu bukan seluruh cerita. Ada banyak variabel lain yang lebih sulit untuk diukur. “Kepercayaan religius tidak hanya suatu soal akal budi tapi juga melibatkan komitmen tubuh seseorang,” kata Ted Kaptchuk, seorang profesor pengobatan pada Fakultas Kedokteran Universitas Harvard. “Organ-organ sensori, citarasa, bau-bauan, bunyi, musik, arsitektur bangunan religius [terlibat].”

Bergandengan Tangan

Banyak ilmuwan dan ahli teologia yang meneliti masalah-masalah ini mendukung suatu sistem yang di dalamnya perawatan pastoral (kependetaan) dan kedokteran ditawarkan sebagai bagian dari satu keseluruhan. Maka, seorang wanita yang didiagnosis menderita kanker payudara dilayani tidak saja oleh seorang onkologis (dokter spesialis pengobatan tumor). Dia juga dirawat seorang ahli psikologi, dokter bedah rekonstruktif, dan rohaniwan.

Masa kini, para dokter di AS makin menyadari pentingnya menggabungkan perawatan medis dan spiritual. Di Kota New York sudah berdiri suatu organisasi para rohaniwan lintas-agama, HealthCare Chaplaincy, yang mencakup rohaniwan bersertifikat dari kalangan Kristen, Yahudi, Muslim, dan Zen Buddhisme. Mereka melayani lebih dari selusin rumah sakit dan klinik di kawasan Kota New York. Kelompok ini secara rutin menyediakan pelayanan rohani pada pasien-pasien sebagai bagian dari paket total perawatan pasien.

Para dokter, pasien, dan rohaniwan yang memberantas penyakit-penyakit sudah tahu bahwa pertolongan datang dalam banyak bentuk. Hasil, bukan sumber, itulah yang paling penting.

(Sumber: Jeffrey Kluger, “The Biology of Belief,” Time February 23, 2009 pp. 32-37)

Rabu, 03 Februari 2010

Volume 10: Biologi, Biologi Eksperimental, Biologi Evolusioner, Rekayasa Genetik, Kedokteran, dan Psikologi

Daftar Isi
  1. Penyebab Keliatan Otak
  2. Lebah Bisa Mengenal Wajah Manusia
  3. Teori Evolusi Darwin Makin Berkembang
  4. Hutan di AS yang Diubah Secara Genetik
  5. Penyebab Kurangnya Rentang Perhatian Anak
  6. Kecemburuan Berkaitan dengan Perbedaan Jenis Kelamin
BIOLOGI

Penyebab Keliatan Otak

Mutasi ekstra (perubahan tambahan dalam bahan genetik) dalam neuron (sel saraf) bisa menolong dalam menjelaskan keliatan otak (brain plasticity).
 
brain Otak manusia

Para periset di Lembaga Salk untuk Penelitian Biologis di Amerika Serikat baru-baru ini menemukan bahwa urutan DNA dalam neuron manusia bisa bervariasi dalam urutan neuron dari bagian lain tubuh dan juga dari satu sel otak ke sel otak yang lain.

Apa penyebab variasi urutan DNA dalam neuron manusia? “Gen-gen yang melompat”. Ini adalah unsur-unsur DNA yang bisa menyalin dan menyelipkan dirinya kembali di tempat-tempat yang berbeda dalam genom manusia. Mutasi ini meningkatkan jumlah total DNA dalam setiap neuron. Ahli genetika Fred H. Gage dan timnya pada Salk meneliti sejenis unsur bergerak bernama LINE-1 yang ada dalam semua sel tubuh manusia. Para periset menemukan bahwa, meskipun LINE-1 ada dalam sel-sel tubuh, unsur-unsur ini tampak aktif dalam mengembangkan sel-sel otak.

Gage berspekulasi bahwa gen-gen yang melompat itu menghasilkan keanekaragaman neuronal (yang menunjukkan sifat-sifat sel otak) yang barangkali menolong otak beradaptasi. “Banyak dari hal-hal yang dihadapi selama hidup kita tidak diantisipasi,” jelasnya. Semakin tinggi keanekaragaman neuronal di otak, semakin besar peluang bahwa otak berisi beberapa sel yang mampu menghadapi tantangan-tantangan kognitif.

(Nicole Branan, “Jumping Neural DNA Key to Brain Plasticity?” Scientific American Online January 2010 dan sumber lain)

BIOLOGI EKSPERIMENTAL

Lebah Bisa Mengenal Wajah Manusia

Suatu laporan dalam Journal of Experimental Biology mengatakan bahwa lebah bisa dilatih untuk mengenal wajah manusia. Otak lebah bisa memberi informasi pada upaya-upaya melalui pemrograman komputer untuk mengenal wajah manusia.

bee
Seekor lebah

Makanan sehari-hari lebah adalah madu bunga. Tapi lebah bisa membedakan bunga dengan wajah manusia. Pada tahun 2005, Arian Dyer dari Universitas Monash di Australia menunjukkan bahwa lebah bisa mengenal orang yang mereka asosiasikan dengan hidangan ringan yang mengandung gula. Tapi apakah lebah mengenal manusia, atau mereka melihatnya sebagai setangkai bunga yang aneh?

Martin Giurfa dari Universitas de Toulouse di Perancis menghubungi Dyer untuk mencari jawaban atas pertanyaan tadi. Mula-mula, Giurfa dan Dyer menggambar citra-citra sederhana dari ciri-ciri wajah manusia: titik menandakan mata, garis miring menandakan hidung dan mulut. Lebah-lebah dilatih untuk membuat pembedaan antara suatu citra dengan ciri-ciri yang lebih sempit dan citra lain dengan ciri-ciri yang lebih lebar.

Lalu, kedua ilmuwan itu mencari tahu apakah serangga-serangga itu bisa membedakan ciri-ciri mirip manusia dengan ciri-ciri bukan manusia. Lebah-lebah itu diberi manisan sebagai ganjaran ketika mereka memilih wajah-wajah yang berbeda dengan gambar-gambar yang memiliki hanya titik-titik dan garis-garis lurus yang diacak.

beehumanface Seekor lebah yang mengenal wajah seorang wanita.

Akhirnya, lebah-lebah itu dihadapkan pada tugasnya yang terakhir: memilih wajah-wajah sesungguhnya dari ciri-ciri yang sudah diacak. Lebah-lebah itu memang bisa membedakan wajah manusia dengan wajah bukan manusia. Para ilmuwan berharap otak lebah bisa menjadi suatu model bagi pengenalan wajah manusia secara otomatis melalui program komputer khusus. Pengenalan melalui teknik ini diharapkan bisa menolong polisi mengidentifikasi wajah-wajah penjahat.

(Cynthia Graber, “Bees Can Recognize Human Faces,” Scientific American Online February 1, 2010 dan sumber lain)

BIOLOGI EVOLUSIONER

Teori Evolusi Darwin Makin Berkembang

Charles Darwin mengakui cara bentuk-bentuk hidup beradaptasi dan bertahan hidup. Akan tetapi, masa kini, para ilmuwan tengah menyingkapkan banyak dari rahasia-rahasia paling dalam dari evolusi.
tangled banjk zimmer
Buku karya Carl Zimmer

Dalam rangka memperingati ulang tahun ke-200 Charles Darwin (dibayangkan sebagai masih hidup) pada tanggal 12 Februari 2009, dan ulang tahun ke-150 pada 24 November 2009 dari karya besarnya, On the Origin of Species, Carl Zimmer (lahir di AS 1966) menulis suatu artikel dalam mingguan Time. Artikel ini dirangkum dari bukunya yang kemudian terbit Oktober 2009: The Tangled Bank: An Introduction to Evolution. Artikel Zimmer kini diringkaskan untuk Anda.

carl zimmer
Carl Zimmer

Para ahli biologi masa kini tengah menjelajahi evolusi pada tahap yang berkembang jauh lebih tinggi dari yang bisa dilakukan Darwin. Mereka menemukan bahwa evolusi terkadang berlangsung menurut cara yang tidak pernah dibayangkan Darwin. Masa kini, masalah-masalah biologis yang ditangani jauh lebih rumit dari masa sebelumnya dan masa Darwin.

Dulu, Darwin mengembangkan teorinya dengan mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya tentang hidup. Dia mengumpulkan informasi itu melalui pelayaran, dengan meneliti informasi itu melalui mikroskop di Inggris, dan dengan menjalin korespondensi global. Masa kini, para ahli biologi bisa memanfaatkan data yang sangat besar. Pada zaman Darwin, catatan fosil sedikit; sekarang, catatan itu sudah mendorong bukti tentang adanya hidup di Bumi ke belakang sejauh sekurang-kurangnya 3,4 miliar tahun. Lalu, Darwin mengakui bahwa variasi dan warisan keturunan adalah mesin kembar yang memungkinkan adanya evolusi, tapi dia tidak tahu apa yang memungkinkan mesin kembar itu ada. Hampir seratus tahun sesudah penerbitan On the Origin of Species barulah para ahli biologi menemukan jawabannya: mesin kembar itu adalah DNA.

DNA mirip suatu buku masakan genetik. Buku itu memakai empat “huruf” molekuler untuk mengeja apa saja dari hormon ke katup jantung. Para ahli biologi masa kini tengah membaca 3,5 miliar huruf dalam genom manusia dan DNA dari ribuan spesis. Mereka juga sudah menumpuk databeis yang luar biasa besarnya tentang informasi genetik yang bisa diobrak-abrik untuk memelajari bagaimana hidup berkembang.

Darwin mengatakan evolusi adalah cara yang terbaik untuk menjelaskan pola-pola alami. Berkali-kali, para ahli biologi masa kini menemukan bahwa kata-kata Darwin benar. 

Darwin juga mengajukan pandangan bahwa seleksi alami bisa secara berangsur-angsur mentransformasi suatu spesis. Para ilmuwan masa kini sudah mengamati ribuan kasus seleksi alami yang benar-benar terjadi. Mereka sudah mencatat bahwa paruh sejenis kutilang di Kepulauan Galapagos (di Samudera Pasifik sebelah barat Ekuador) makin tebal ketika musim kering memaksa burung-burung itu untuk memecahkan biji-biji sebagai makanan demi bertahan hidup. Mereka juga mengamati bahwa kuman-kuman mengembangkan penolakan terhadap obat-obatan yang sebelumnya dipercaya memiliki khasiat yang tidak bisa dikalahkan. 

Para ahli biologi masa kini menemukan juga bahwa populasi manusia dan hewan tidak hanya beradaptasi pada lingkungan hidupnya. Mereka juga bisa secara berangsur-angsur berkembang menjadi spesis yang baru. Darwin membuat sedikit dobrakan ke dalam adaptasi dan perubahan biologis ini.

Kleim utama lain dari Darwin mengatakan bahwa spesis yang berbeda-beda berbagi suatu leluhur yang sama. Para ahli biologi masa kini sudah menemukan juga banyak bukti yang mendukung kleim ini. Misalnya, selama 15 tahun terakhir, para ahli paleontologi sudah menemukan beberapa fosil ikan paus yang berkaki, dan mengaitkan ikan paus modern pada leluhurnya di bumi. Selain meneliti fosil, para ahli biologi masa kini bisa menemukan silsilah spesis dengan memelajari DNA mereka. Lalu, DNA manusia berisi petunjuk bahwa kita terikat pada bentuk-bentuk hidup lainnya; misalnya, kita menjadi kerabat yang lebih dekat pada cendawan dibanding menjadi kerabat bunga matahari.

Kekerabatan itu berlangsung selama sekitar 1,5 miliar tahun lalu bercabang dari cendawan sebagai sepupu kita. Bagaimanakah genom leluhur kita berubah supaya ia bisa menghasilkan primata berkaki dua? Suatu jawaban mengatakan mutasi selama kurun waktu tertentu mengubah gen-gen yang menyandikan protein, dan beberapa di antara perubahan itu disukai oleh seleksi alami. Genom – jumlah total DNA manusia – tersebar hanya melalui keadaan kebetulan atau peluang-peluang. Sebanyak 98,8% genom kita tidak dibentuk oleh gen-gen yang menyandikan protein. Sebagian dari persentase tadi terdiri dari “gen-gen semu” – gen-gen yang di masa lampau menyandikan protein tapi yang kemudian tidak bisa melakukannya karena mutasi yang melumpuhkannya. 

Para ahli biologi masa kini belum memahami seluruh genom. Sejauh ini, mereka tahu lebih baik tentang bagian-bagian tertentu genom. Berdasarkan pengetahuannya, mereka tengah memperoleh suatu pemahaman yang tepat tentang ciri-ciri paling penting dari evolusi: bagaimana organ-organ yang rumit berkembang. Darwin belum memahami proses ini secara mendalam. Dia belum memahami sepenuhnya bagaimana mata bisa berkembang menjadi demikian rumit. Dia menulis bahwa  proses berkembangnya mata seperti itu “sangat aneh”. Tapi dia berargumentasi bahwa organ-organ rumit yang baru bisa berkembang melalui suatu rangkaian bentuk-bentuk perantara.

Fosil-fosil sudah mendokumentasi beberapa langkah itu dalam susunan seperti batang tubuh dan telinga. Kemudian, penelitian tentang DNA sudah menunjukkan bagaimana gen-gen yang membangun organ-organ yang tua sudah “dipinjam” untuk menolong membentuk organ-organ yang baru.

Bagaimana tentang gagasan Darwin yang memakai metafora evolusinya yang paling terkenal: pohon kalpataruh (tree of life)?  Menurut Darwin, spesis berbagi suatu leluhur yang sama, mirip cabang-cabang sebatang pohon. Masa kini, penelitian genetik memberi pengukuhan bahwa spesis-spesis yang berbeda berkembang dari leluhur yang sama. Tapi DNA juga sudah melompat dari satu spesis ke spesis lain dan mengubah bagian-bagian pohon kalpataruh menjadi suatu jaringan hidup.

Masih ada lagi suatu gagasan utama Darwin: leluhur mirip kera dari manusia. Darwin mengatakan manusia berkembang dari primata mirip kera di Afrika. Gagasannya dikukuhkan para ahli biologi masa kini melalui bukti-bukti yang berasal dari DNA. Bukti-bukti ini menunjukkan bahwa simpanse dan bonobo (sejenis simpanse yang langka di Afrika Barat) yang masih hidup adalah kerabat paling dekat dari manusia. Fosil-fosil mendokumentasikan bahwa perjalanan evolusi manusia yang dimulai di Afrika selama 7 juta tahun terakhir berasal dari leluhur mirip kera.

Teori evolusi Darwin yang sudah mendapat banyak dukungan ilmiah dari para ahli biologi masa kini tampaknya akan makin berkembang. Pertengahan 1990-an, para ahli biologi berhasil menggabungkan perkembangan biologis terbaru pada dasawarsa itu menjadi suatu visi evolusi yang baru yang dikenal sebagai Sintesis Modern. Masa kini, sejumlah ahli biologi berargumentasi bahwa ada suatu pemahaman evolusi yang baru yang dinamakan Sintesis Evolusioner yang Diperluas. 

(Carl Zimmer, “Evolving Darwin”, Time February 23, 2009 halaman 28-30 dan sumber lain)

REKAYASA GENETIK

Hutan di AS yang Diubah Secara Genetik

Rekayasa genetik dipakai untuk mengubah hutan di Amerika Serikat. Beberapa perusahaan atau peneliti sudah berani menerapkan rekayasa genetik pada tumbuhan, khususnya pohon, suatu andalan penting ekonomi AS.

Penerapan mereka sudah menarik perhatian beberapa perusahaan raksasa di AS. Dua raksasa industri di negara itu, International Paper Co. dan MeadWestVaco Corp., tengah berencana mentransformasi hutan perkebunan besar AS bagian tenggara. Kedua-duanya akan menggantikan pohon-pohon pinus asli dengan pohon-pohon eukaliptus, sejenis pohon tinggi yang daunnya berbau harum, menghasilkan kayu, damar, dan minyak untuk pengobatan, berasal dari Australia, dan mendominasi industri kayu tropis.

matureeucalyptus Pohon eukaliptus yang sudah dewasa

Kedua perusahaan tadi bergabung membentuk suatu usaha bioteknologi gabungan, ArborGen LLC, dan memasuki bisnis pohon-pohon yang dimodifikasi secara genetik. 

Bagaimanakah bisnisnya dilakukan? Perusahaan gabungan ini tengah berharap sekali untuk mengatasi beberapa hambatan terhadap bisnisnya. Pertama, mereka berusaha mengatasi kontroversi seputar  perkawinan atau persilangan gen. Persilangan ini membatasi kemampuan pohon yang dimodifikasi untuk berbiak. Tujuan mereka mengatasi hambatan ini adalah untuk menghilangkan kecemasan bahwa pohon eukaliptus yang dibiorekayasa bisa berubah menjadi penyerbu dan menguasai hutan-hutan asli di AS. 

Pohon eukaliptus tergolong pada tumbuhan yang tetap hijau (evergreen)  selama empat musim (semi, panas, gugur, dan dingin) selama lebih dari satu tahun. Modifikasi genetik pohon-pohon eukaliptus sebagai tumbuhan yang tetap hijau sudah lama menimbulkan minat pengusaha dan pemerintah AS, termasuk Departemen Energi AS. Departemen ini sudah bekerja sama dengan ArborGen. Selain pohon eukaliptus, banyak tanaman rumput yang juga tetap hijau ditargetkan sebagai etanol selulosik. (Etanol adalah cairan dalam minuman alkoholik sementara selulosik mengacu pada sifat komponen dinding sel tumbuhan.) Tanaman rumput itu bisa dipanen ketika dibutuhkan dan, dengan mempertimbangkan daya tahannya, bertumbuh di tanah pinggiran.

Ada hambatan-hambatan lain yang harus diatasi ArborGen. Di antaranya, efektivitas sistem pemupukan.

Kalau ArbonGen berhasil mengatasi hambatan-hambatan tadi, perusahaan gabungan ini boleh jadi akan menimbulkan revolusi dalam industri kayu di kawasan bagian Selatan AS. Menurut para pengamat, ia  akan menjadi perusahaan pertama yang begerak dalam usaha biorekayasa pohon-pohon secara besar-besaran.

Berdasarkan skenario yang paling prospektif, penanam yang memakai biji-biji yang diduga mahal dari ArborGen bisa membayangkan keuntungan yang sangat besar dalam produktivitas. Selain itu, para penanam akan memperoleh persediaan pohon-pohon yang lebih disukai bagi suatu generasi baru penyulingan bioenergi.  Industri kayu hasil rekayasa genetik oleh ArborGen akan mengakibatkan AS bagian Selatan berkembang pesat.

(Paul Vosen, “Genetically Modified Forest Planned for U.S. Southeast”, Scientific American Online, January 29, 2010 dan sumber lain)

KEDOKTERAN

Penyebab Kurangnya Rentang Perhatian Anak

Anak-anak yang terekspos pada phtalait (phthalates) dalam rahim ibunya berpeluang mengalami masalah kurangnya rentang perhatian (attention deficiency disorder) mereka.

children-chemicals-fragrences-cosmetics-pthalate-attention-deficit-womb_1 Seorang anak yang mengalami kurangnya rentang perhatian

Phtalait adalah istilah teknis untuk zat-zat kimiawi yang berciri esterogenik, ciri yang berhubungan dengan hormon kelamin yang terutama dihasilkan oleh indung telur. Zat kimiawi ini dipakai sebagai suatu peluruh plastik dan dalam banyak produk perawatan kecantikan. Anak-anak yang terekspos dalam rahim ibunya kepada zat-zat kimia dalam bahan-bahan kosmetik dan wewangian berpeluang mengalami masalah perilaku yang lazim ditemukan dalam anak-anak yang mengalami kekacauan mental berupa kurangnya rentang perhatian mereka. Ini suatu hasil penelitian tentang anak-anak berusia sekolah di Kota New York dan diterbitkan 28 Januari 2010. 

Para ilmuwan di Fakultas Kedokteran Mount Sinai, AS, melaporkan bahwa ibu-ibu dengan kadar phtalait yang tinggi selama kehamilannya memiliki peluang lebih besar melahirkan anak-anak yang prestasinya rendah dalam bidang rentang perhatian. Selain itu, anak-anak ini menunjukkan agresi dan perilaku yang tidak lazim.

Penelitian tadi menemukan bahwa peluang anak-anak untuk menunjukkan masalah kurangnya rentang perhatian 2,5 kali lebih besar dan “secara klinis signifikan” kalau ibu-ibu mereka tergolong yang paling banyak terekspos pada phtalait. Jenis perilaku yang meningkat ditemukan pada anak-anak yang mengalami dua jenis  kekacauan mental  yang lain. Yang pertama diistilahkan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (Kekacauan Hiperaktivitas Karena Kurangnya Rentang Perhatian) dan yang kedua dinamakan kekacauan perilaku disruptif (yang mengganggu). 

Semakin banyak phtalait, semakin banyak masalah perilaku anak-anak. Kaitan ini hanya ditemukan untuk jenis-jenis phtalait yang dipakai dalam parfum, syampu, cat kuku, semprotan rambut, dan produk-produk perawatan tubuh yang lain. Tidak ada akibat-akibat perilaku yang ditemukan untuk phtalait yang dipakai dalam mainan vinil (dibuat dari senyawa kimiawi yang dipakai dalam plastik) dan plastik-plastik lunak lainnya.
(Maria Cone and Environmental Health News, “Chemical Exposure Linked to Attention Deficit Disorder in Children”, Scientific American Online, January 29, 2010)

PSIKOLOGI

Kecemburuan Berkaitan dengan Perbedaan Jenis Kelamin

Suatu riset baru-baru ini berupaya memberikan suatu pengamatan yang lebih bernuansa tentang pandangan yang bertahan lama bahwa lelaki lebih cemburu terhadap kedurhakaan seksual (sexual infidelity) dibanding kedurhakaan emosional (emotional infidelity).

sexual jealousy Kecemburuan seksual

Laporan penelitian dari manca negara sudah menyatakan bahwa lelaki lebih cemburu karena kedurhakaan seksual dibanding kedurhakaan emosional. Sebaliknya, wanita lebih cemburu terhadap kecurangan emosional dibanding kecurangan seksual. 

Para pakar sering cenderung pada pandangan bahwa  perbedaan kecemburuan antara lelaki dan wanita disebabkan perbedaan evolusioner dari  jender atau jenis kelamin. Berdasarkan sejarah evolusinya, lelaki tidak pernah bisa memastikan bahwa mereka adalah ayah bagi bayi sementara wanita paling kuatir tentang jaminan adanya ayah yang benar-benar setia untuk merawat atau membesarkan anak-anak.

Benarkah hasil penelitian dan pandangan tadi? Baru-baru ini, para peneliti yang menerbitkan hasil-hasil penelitiannya dalam majalah Psychological Science mempertanyakan kekuatan teori evolusioner tadi. Menurut mereka, ada lelaki yang mengatakan ketaksetiaan emosional jauh lebih buruk dari ketaksetiaan seksual. Penelitian mereka melaporkan bahwa pola kepribadian yang dibentuk oleh sejarah seseorang bisa berdampak pada kecemburuannya. 

Sebanyak 400 peserta mengikuti suatu survei untuk mengukur tipe kecemburuan mereka. Survei itu bertujuan untuk mengetahui mana yang lebih bermasalah bagi mereka: kesetiaan seksual atau emosional. Lalu, mereka menyelesaikan suatu tes yang secara khusus mengukur gaya terikatan mereka dalam hubungan antar-pribadi; gaya itu mencakup rasa aman, rasa cemas, kemampuan menarik dan mengikat perhatian, dan sikap menolak.
Para peneliti menemukan bahwa 65 persen dari peserta itu  otonom dan cenderung menolak komitmen. Mereka mengalami  stres yang lebih besar karena ketaksetiaan seksual dibanding ketaksetiaan emosional. Selain itu, 77 persen dari peserta lebih terikat secara aman dan berkomitmen dalam hubungannya dengan lawan jenisnya. Meskipun demikian, para peneliti menemukan bahwa persentase peserta ini mengalami pengkhianatan emosional yang lebih buruk daripada pengkhianatan seksual.

Bahkan setiap jender yang diteliti memberikan hasil-hasil yang mengherankan. Wanita yang bersikap menolak berpeluang empat kali lebih besar untuk melaporkan kecemburuan seksual dibanding wanita yang berkomitmen secara aman. Kemudian, lelaki yang bersikap menolak berpeluang lima puluh kali lebih besar untuk melaporkan kecemburuan seksual dibanding lelaki yang berkomitmen secara aman.

Jadi, para penulis memperingatkan bahwa teori dan pandangan evolusioner lama tentang kecemburuan seksual antara lelaki dan wanita kurang memadai. Menurut hasil penelitian mereka baru-baru ini, perbedaan seks dalam kecemburuan jauh lebih bernuansa daripada yang barangkali disiratkan oleh suatu penjelasan evolusioner.

(Christie Nicholson, “Sex Differences in Jealousy”, Scientific American Online, January 28, 2010)